Mojokerto (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak memastikan 261 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak dugaan keracunan di Kabupaten Mojokerto telah mendapatkan penanganan medis.
"Ini tentu sesuatu yang kita semua memberikan atensi maksimal agar para siswa siswi atau penerima manfaat yang terdampak secara medis bisa mendapatkan penanganan terbaik, yang paling utama semua yang terdampak harus bisa mendapat penanganan medis" kata Wagub Emil Dardak usai meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) korban keracunan massal di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Minggu.
Ia menekankan pentingnya penelusuran menyeluruh terhadap seluruh faktor yang berpotensi menjadi penyebab kejadian tersebut, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan wadah makanan, hingga sistem distribusinya.
“Kita ingin memperoleh gambaran yang utuh agar ke depan sistem dapat diperbaiki dan diperkuat,” ujarnya.
Baca juga: Dinkes: 658 orang di Kabupaten Grobogan diduga keracunan MBG
Ia meminta semua pihak melakukan penelusuran, termasuk dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar dapat diketahui secara jelas penyebab kejadian ini. Secara khusus Emil meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mengawal dan mendampingi proses ini.
Wagub Emil juga menyampaikan seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban terdampak akan ditanggung pemerintah.
Diketahui para korban banyak yang mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, salah satunya RSUD. Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.
Baca juga: BGN: Pengawasan SPPG diperketat untuk cegah keracunan makanan
Ia juga mengimbau agar masyarakat yang sebelumnya mendapatkan MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto dan mengalami keluhan mual dan muntah agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma'had An Nur Kutorejo Mojokerto agar mendapatkan perawatan dan penanganan terbaik.
Selain ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma'had An Nur, Wagub Emil Dardak juga meninjau dan menjenguk para korban yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto.
Sebelumnya ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto mengeluh mual, muntah, demam, dan diare, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG.
Diketahui pada Jumat (9/1) para penerima manfaat MBG yang terdampak secara medis ini mengkonsumsi soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.
Baca juga: Kemenkes sebut kasus keracunan MBG sudah menurun drastis
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































