Pemprov DKI sebut HBKB tekan polusi udara

2 weeks ago 20

Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengatakan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) terbukti membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor sekaligus menekan polusi udara di Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi di Jakarta, Senin, mengatakan konsentrasi PM2.5 di Bundaran HI pada Minggu (7/6) menurun selama HBKB, dari semula 86,15 µg/m³ sekitar pukul 03.00 WIB, menjadi 77,75 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB.

Lalu, menjadi 75,62 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB, kemudian turun menjadi 68,93 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB, 62,70 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB, hingga mencapai sekitar 60,30 µg/m³ pada pukul 09.00-10.00 WIB.

“Penurunan konsentrasi dari puncak hingga periode HBKB mencapai sekitar 27 µg/m³ atau sekitar 31 persen,” kata Dudi.

Pola serupa juga terlihat pada SPKU Mobile di Rasuna Said. Konsentrasi PM2.5 menurun dari 76,10 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB menjadi 71,10 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB, lalu 61,4 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB, dan berada di kisaran 54,9-55,5 µg/m³ pada pukul 06.00-09.00 WIB.

Menurut Dudi, kondisi tersebut mengindikasikan selama berlangsungnya HBKB, terjadi penurunan konsentrasi PM2.5 dibandingkan kondisi puncak pada dini hari.

Baca juga: Pemprov DKI ajak warga jaga kualitas udara lewat #SatuLangkahDulu

Penurunan itu diduga dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas lalu lintas kendaraan di kawasan pusat kota selama kegiatan HBKB berlangsung.

Dia pun mengakui sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran udara di Jakarta.

Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi melalui berbagai kebijakan, termasuk pelaksanaan HBKB.

“HBKB di Rasuna Said dan kawasan Sudirman-Thamrin menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi kendaraan bermotor sekaligus mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan,” tutur Dudi.

Selain menyediakan ruang publik yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat, sambung dia, pelaksanaan HBKB juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kualitas udara.

Dia juga menegaskan pengendalian polusi udara membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Lebih lanjut, dia pun mengajak warga untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memanfaatkan transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda dalam aktivitas sehari-hari.

“Perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta,” ungkap Dudi.

Baca juga: Penerapan kawasan rendah emisi tekan polusi udara di Jakarta

Baca juga: Pengendalian pencemaran udara perlu kolaborasi lintas wilayah

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |