Jakarta (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen membantu perbaikan fasilitas serta mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan budaya Betawi sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Oleh karena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berharap masyarakat dapat terus berkreasi, termasuk menciptakan motif batik khas Betawi yang merepresentasikan perjalanan lima abad ibu kota.
“Inisiatif seperti ini menjadi penting. Sebagai kota global, Jakarta tidak boleh melupakan akar budayanya. Justru dari kekayaan budaya itulah jati diri kota ini tumbuh dan diwariskan. Budaya bukan sekadar warisan, melainkan ruh yang memberi makna dalam setiap perkembangan Jakarta,” kata Rano dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Rano berkesempatan menghadiri peluncuran Batik Betawi khas Sukapura di Kampung Budaya Betawi Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (10/4). Dia pun menilai keberadaan kawasan budaya, seperti Kampung Budaya Betawi Sukapura, memiliki peran penting dalam menjaga tradisi.
Dia mengimbau agar pelatihan membatik terus ditambah, termasuk pengembangan teknik, seperti eco print.
"Kegiatan membatik ini bisa menghidupi warga di sini. Karena itu, saya mengimbau agar semakin berkembang," ungkap Rano.
Dia juga berharap agar Batik Betawi khas Sukapura tidak hanya dikenal di Jakarta, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, perajin, pelaku usaha, pegiat budaya, dan generasi muda harus terus diperkuat sehingga warisan budaya tersebut semakin berkembang dan membanggakan.
Dalam kesempatan itu, Rano turut mengapresiasi penampilan seni warga, termasuk anak-anak. Ia optimistis melalui pembinaan yang berkelanjutan, mereka dapat tampil di ruang publik yang lebih luas.
Baca juga: Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng Jakpus 10-12 April
Baca juga: Pertimbangan Pramono pilih Lapangan Banteng sebagai tuan rumah Lebaran Betawi
Baca juga: Ini angkutan umum menuju lokasi Lebaran Betawi 2026
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































