Pemkot Banda Aceh tutup permanen daycare terlibat penganiayaan balita

5 hours ago 2
...Kita hari ini melakukan penyegelan secara permanen karena sudah terbukti ada kesalahan

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menyegel dan menutup permanen tempat penitipan anak Daycare Baby Preneur di Desa Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh pascaterjadinya kasus dugaan penganiayaan balita berusia 18 bulan.

"Kita hari ini melakukan penyegelan secara permanen karena sudah terbukti ada kesalahan. Kami pastikan tempat daycare ini tidak diberikan izin kembali," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, di Banda Aceh, Rabu.

Penyegelan tersebut dilakukan langsung oleh Afdhal Khalilullah bersama Satpol PP/WH serta unsur instansi terkait lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. Dengan memasang garis pembatas beserta stiker penutupannya.

Sebelumnya, video rekaman CCTV dugaan penganiayaan anak di Daycare Baby Preneur tersebut viral di media sosial dan menyita perhatian publik hingga kasus tersebut ditangani aparat kepolisian, Selasa (28/4).

Baca juga: Tanda “red flag” daycare yang perlu diperhatikan orang tua

Sejauh ini, Polresta Banda Aceh sudah memeriksa enam saksi dalam kasus tersebut, dan telah menetapkan salah seorang pengasuh berinisial DS (24) sebagai tersangka. Berdasarkan catatan Pemkot Banda Aceh, daycare itu juga tidak mengantongi izin operasional.

Afdhal menegaskan, Pemkot Banda Aceh berkomitmen untuk terus memastikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, dengan memprioritaskan keselamatan perempuan dan anak.

Dirinya mengingatkan, kepada tempat penitipan anak atau daycare lainnya di Banda Aceh untuk dapat mengurus izin serta mematuhi standar-standar sesuai ketentuan berlaku.

"Dalam waktu dekat ini, kita juga memberikan edaran untuk melakukan pengurusan bagi yang belum mendapatkan izin. Karena masih banyak yang belum memiliki izin," ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini perlu dilakukan mengingat kasus tersebut sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terutama kaum ibu-ibu, mereka ingin pemerintah memastikan keamanan anak-anaknya.

Baca juga: "Daycare" bermasalah, Program "Tamasya" perkuat perlindungan anak

"Gara-gara satu kejadian yang kita anggap oknum ini telah meresahkan satu Banda Aceh. Banyak masuk laporan ke kami dari ibu-ibu ingin Pemkot Banda Aceh hadir di seluruh daycare dan menindak daycare negatif (yang bermasalah)," katanya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa terhadap 30 anak-anak yang sebelumnya dititip pada daycare bermasalah tersebut bakal diberikan pendampingan, serta memberikan fasilitas pelayanan sementara.

"Info yang kami dapat ada 30 orang yang ikut daycare itu, nanti akan difasilitasi. Apakah melalui kerja sama dengan pihak swasta yang mempunyai izin, atau pemerintah menyediakan tempat yang layak untuk sementara kami titipkan anak-anaknya," demikian Afdhal Khalilullah.

Baca juga: Pengasuh "daycare" di Aceh ditetapkan jadi tersangka

Baca juga: Sultan HB heran kekerasan anak di daycare Yogyakarta dilakukan ibu-ibu

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |