Pemkot Batu optimalkan green house cegah pertanian terdampak bediding

2 weeks ago 7

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur mendorong pengoptimalan sarana green house oleh kelompok tani demi mencegah dampak fenomena bididing atau suhu dingin saat musim kemarau terhadap produktivitas pertanian sayur dan budidaya bunga hias di daerah itu.

"Kami punya banyak green house yang telah diperbantukan kepada kelompok tani itu bisa digunakan karena lebih aman, suhu dan kondisi tanaman bisa dikontrol," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno di Kota Batu, Minggu.

Berdasarkan infografis yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut bediding di daerah dataran tinggi bisa menimbulkan fenomena embus es yang mampu merusak tanaman sayur dan bunga.

Data dinas terkait menyebutkan terdapat 42 green house yang telah terbangun, dari jumlah itu sebanyak 38 titik diantaranya sudah termanfaatkan dan empat lainnya belum termanfaatkan.

Hendry menyampaikan, baik sayuran maupun bunga merupakan komoditas unggulan yang dimiliki oleh Kota Batu.

Baca juga: BKMG perkirakan fenomena "bediding" terjadi hingga September

Baca juga: BMKG: Bediding bukan fenomena cuaca ekstrem

Pada triwulan I 2026, petsai atau sawi putih merupakan komoditas dengan hasil panen paling tinggi yang mencapai 28.790,73 kuintal dan wortel mencapai 22.705,39 kuintal.

Selain itu, sektor pertanian di Kota Batu pada triwulan I 2026 mampu menghasilkan panen kentang sebanyak 21.427,56 kuintal, bawang daun 16.015,17 kuintal, kembang kol 15.554,52 kuintal, kubis 11.569,95 kuintal, dan bawang merah 6.391,30 kuintal.

Sedangkan, untuk produksi budidaya bunga hias terdiri dari 10.065,50 kuintal bunga mawar, 2.348,75 kuintal bunga krisan, dan 155,50 kuintal anggrek pot.

Selain itu, Hendry menyampaikan pihaknya rutin berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan tenaga pendamping petani di masing-masing wilayah desa serta kelurahan untuk menyosialisasikan informasi dan dampak perubahan cuaca kepada 290 kelompok tani se-Kota Batu.

Melalui kinerja tim lapangan tersebut diharapkan para kelompok tani bisa menyalurkan informasi mengenai kesiapan menghadapi bediding kepada para anggotanya.

"Ketika ada perubahan musim biasanya memunculkan penyakit yang susah diprediksi, kalau ada kabut, penyakit nanti mengarah ke virus dan bakteri," ucapnya.

Kemudian, pihaknya terus mengupayakan penyaluran sarana produksi pertanian kepada kelompok tani, salah satunya berupa pestisida.

"Meski sekarang kondisi efisiensi tetapi hal prinsip dan rutin yang memberikan manfaat kepada petani tetap dianggarkan," ujar dia.

Baca juga: Peneliti BRIN nilai fenomena "bediding" berkaitan dengan aphelion

Baca juga: Fenomena Bediding landa dataran tinggi di Jambi, suhu 18,2 derajat

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |