Mentan sidak pengembangan benih kelapa di Sulut

2 hours ago 4

Manado (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak pengembangan benih kelapa di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Kami melakukan sidak untuk memastikan apakah benar benih kelapa yang disalurkan betul-betul unggul," kata Amran, saat meninjau langsung pengembangan benih kelapa di Bengkol, Manado, Jumat.

Kunjungan ini diawali dengan peninjauan kebun bibit kelapa milik CV Angin Utara.

Di titik pertama, Menteri melihat langsung benih kelapa yang telah siap disalurkan kepada petani.

Baca juga: Gula kelapa organik produksi UMKM tembus pasar Ghana

Dalam sidak tersebut Mentan meminta aparat hukum bisa mengambil tindakan tegas jika dalam pelaksanaan penyaluran bibit-bibit unggul ada kejanggalan atau pelanggaran hukum.

"Kepolisian atau kejaksaan bisa melakukan pengawasan dan penindakan hukum kalau ditemukan kejanggalan," katanya.

Dia mengatakan pihaknya juga akan memberi teguran keras kepada semua pihak apabila ada yang terlibat, khususnya pegawai di bawah Kementerian Pertanian.

Menteri menuturkan, saat ini bukan lagi era pencitraan. Pihaknya mengemban tugas sebagai Mentan dari Presiden Prabowo, untuk mensejahterakan petani dan masyarakat.

Baca juga: Olahan sabut kelapa UMKM Minahasa Selatan tembus pasar China

Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay serta Wali Kota Manado Andrei Angouw.

Peninjauan ini merupakan bagian dari sidak untuk memastikan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pengembangan komoditas strategis seperti kelapa, tebu, pala, lada, dan kakao terlaksana dengan baik.

Dalam kunjungan itu, Mentan juga menerima usulan tambahan bantuan bibit jagung untuk cakupan area 15.000 hektare dari Gubernur Sulut.

“Tadi ada permintaan jagung untuk 15.000 hektare dari Gubernur Sulut, Kami siap dukung asalkan pengelolaan tetap profesional," tegasnya.

Pewarta: Hence Paat
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |