Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), berkolaborasi dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dalam mengembangkan pariwisata Banyuwangi sebagai destinasi berkelas internasional melalui penguatan agenda dan promosi hingga konektivitas udara.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Minggu, menyampaikan telah bertemu dengan Direktur Utama InJourney Maya Watono dan Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi, dan mereka berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
"Kami telah bertemu jajaran direksi InJourney dan menyatakan komitmennya mendukung pariwisata Banyuwangi, kami optimistis dukungan besar ini akan berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi daerah," katanya.
Bupati Ipuk mengapresiasi komitmen Injourney dan Angkasa Pura yang memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan kualitas event dan memperluas promosi hingga konektivitas udara.
"Ini akan menjadi modal penting agar pariwisata Banyuwangi semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," kata Ipuk.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai Banyuwangi memiliki modal yang lengkap sebagai destinasi kelas dunia, mulai dari bentang alam, kekayaan budaya, kuliner hingga kualitas event yang selama ini konsisten dikembangkan daerah.
"Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa, alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling penting tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi engine of future economic growth bagi Banyuwangi," katanya.
Menurut Maya, kekuatan utama Banyuwangi terletak pada DNA pariwisatanya yang otentik, identitas budaya yang masih terjaga, dipadukan dengan kekayaan alam, sehingga menjadi nilai yang harus dipertahankan sembari meningkatkan daya saing destinasi.
"Kami akan merancang bersama peta jalan (roadmap) strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus mendorong pemerataan pergerakan wisatawan Nusantara ke Banyuwangi," katanya lagi.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan agenda agar terus menjadi daya tarik internasional, yakni Festival Gandrung Sewu yang akan digelar pada Oktober 2026.
Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi mengungkapkan akses transportasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan pariwisata.
"Kami melihat potensi penambahan frekuensi penerbangan ke Banyuwangi, namun pengembangannya harus dirancang secara komprehensif, misalnya mengintegrasikan rute Banyuwangi dengan destinasi wisata lain, sehingga tingkat keterisian penumpang tetap terjaga," katanya pula.
Baca juga: Menpar nilai Banyuwangi jadi contoh berhasil pengembangan pariwisata
Baca juga: Banyuwangi jadi contoh pengelolaan wisata bahari dalam ASEAN-ID Blue
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































