Situbondo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Raya Arak-Arak Bondowoso yang berbatasan dengan Situbondo mencapai sekitar empat hektare pada Minggu.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, itu berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan dari BPBD Situbondo, BPBD Bondowoso, Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI-Polri dan lainnya ke lokasi dan memadamkan api menggunakan alat manual kepyok.
"Kami mendapatkan informasi kebakaran hutan dan lahan tersebut sekitar pukul 17.45 WIB, dan selanjutnya petugas ke lokasi melakukan pemadam penyemprotan, menggunakan kepyok serta membuat iliran api agar tidak semakin meluas," katanya saat dihubungi di Situbondo, Minggu malam.
Penyebab kebakaran daun jati di lantai hutan tepatnya di RPH Mlandingan, BKPH Panarukan, KPH Bondowoso dengan luas sekitar empat hektare itu, lanjut Puriyono, sampai saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian dan pihak Perhutani.
Baca juga: Menko Polkam minta penanganan karhutla dilalukan sejak dini
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di jalan raya yang berbatasan antara Situbondo dan Bondowoso itu, kata dia, tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa karena lokasi kebakaran jauh dari pemukiman penduduk.
"Kami juga telah mengambil langkah-langkah dan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut berkoordinasi dengan kecamatan dan desa, Polsek serta Koramil di wilayah setempat," kata Puriyono.
BPBD Situbondo mengimbau kepada masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau, karena angin cukup kencang. Kesadaran dan peran aktif masyarakat penting dalam rangka untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: BNPB: Helikopter pengebom air lebih efektif sebelum karhutla meluas
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































