Waspada! Ini ciri-ciri kalau mata Anda mulai minus

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Miopi atau mata minus adalah gangguan refraksi yang menyebabkan seseorang kesulitan melihat benda yang berada di kejauhan dengan jelas. Kondisi ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depan retina. Akibatnya, objek yang jauh terlihat buram, sedangkan objek yang dekat masih dapat terlihat dengan jelas.

Mata minus dapat dialami oleh siapa saja, tetapi umumnya mulai muncul sejak masa kanak-kanak hingga remaja dan dapat bertambah seiring pertumbuhan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas belajar, bekerja, hingga berkendara.

Karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri mata minus sejak dini agar dapat segera melakukan pemeriksaan ke dokter mata atau optometris.

Apa penyebab mata minus?

Miopi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keturunan hingga kebiasaan sehari-hari.

Baca juga: Orang tua perlu mengenali kelainan pada mata anak sedini mungkin

Baca juga: Mengenal teknologi lasik robotik JEC

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mata minus antara lain:

  • Memiliki orang tua yang juga mengalami mata minus.
  • Terlalu lama melihat layar komputer, ponsel, atau tablet tanpa istirahat.
  • Terlalu sering membaca atau melihat objek dari jarak dekat dalam waktu lama.
  • Kurang melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada anak-anak.
  • Kebiasaan membaca dengan pencahayaan yang kurang baik.

Meski penggunaan gawai tidak secara langsung menyebabkan mata minus, kebiasaan melihat objek dekat dalam waktu lama tanpa jeda dapat meningkatkan risiko perkembangan miopi, terutama pada anak dan remaja.

Ciri-ciri mata mulai minus

Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai.

1. Penglihatan jauh mulai kabur

Ini merupakan gejala yang paling umum dialami penderita mata minus.

Tulisan di papan tulis, rambu lalu lintas, nomor kendaraan, atau wajah seseorang dari kejauhan terlihat buram sehingga sulit dikenali.

Apabila Anda mulai sering mengalami kondisi ini, sebaiknya segera memeriksakan mata.

2. Sering sakit kepala

Mata yang dipaksa bekerja lebih keras untuk memfokuskan objek jauh dapat menyebabkan ketegangan pada otot mata.

Akibatnya, muncul sakit kepala, terutama di sekitar dahi dan area sekitar mata.

Biasanya keluhan akan berkurang setelah mata diistirahatkan.

3. Mata cepat lelah dan pegal

Penderita mata minus juga sering mengeluhkan mata terasa cepat lelah meski hanya beraktivitas dalam waktu singkat.

Selain pegal, mata dapat terasa perih, panas, gatal, berair, atau terasa berat setelah membaca maupun melihat objek yang jauh.

Baca juga: Cara efektif atasi mata minus pada anak

4. Sering memicingkan mata

Pernah tanpa sadar memicingkan mata ketika melihat tulisan atau benda di kejauhan?

Kebiasaan ini merupakan salah satu ciri khas mata minus.

Saat memicingkan mata, cahaya yang masuk menjadi lebih terfokus sehingga objek terlihat sedikit lebih jelas, meski hanya sementara.

5. Sering mengucek mata

Pandangan yang terasa kabur membuat sebagian orang refleks menggosok atau mengucek mata.

Padahal, mengucek mata tidak akan memperbaiki penglihatan dan justru berisiko menyebabkan iritasi apabila dilakukan terlalu sering.

6. Sering mendekatkan objek ke wajah

Jika Anda terbiasa membaca buku, menggunakan ponsel, atau melihat benda dengan jarak yang sangat dekat agar terlihat jelas, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda mata minus.

Kebiasaan ini umumnya terjadi karena mata merasa lebih nyaman melihat objek dari jarak dekat dibandingkan jauh.

Kapan harus memeriksakan mata?

Segera lakukan pemeriksaan mata apabila mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Pandangan jauh mulai kabur secara terus-menerus.
  • Sulit membaca tulisan di papan tulis atau layar presentasi.
  • Sering mengalami sakit kepala setelah beraktivitas.
  • Mata cepat lelah saat membaca atau bekerja di depan komputer.
  • Kesulitan melihat rambu lalu lintas ketika berkendara.

Pemeriksaan mata dapat dilakukan di dokter spesialis mata atau optometris. Setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan akan menentukan apakah Anda memerlukan kacamata, lensa kontak, atau penanganan lainnya.

Baca juga: Kenali tanda-tanda awal gangguan penglihatan pada anak

Baca juga: Dokter mata di Bali kenalkan teknologi baru atasi kelainan refraksi

Baca juga: Mengucek dan memicingkan mata jadi ciri-ciri anak butuh periksa mata

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |