Jakarta (ANTARA) - Kucing yang tiba-tiba tidak mau makan tentu membuat pemiliknya khawatir. Pasalnya, nafsu makan merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi kesehatan anabul. Jika biasanya lahap makan tetapi mendadak menolak makanan, bisa jadi ada sesuatu yang sedang terjadi.
Meski tidak selalu menandakan penyakit serius, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Pada beberapa kasus, kucing hanya sedang bosan dengan makanannya atau mengalami stres. Namun, penurunan nafsu makan juga bisa menjadi gejala awal berbagai penyakit yang memerlukan penanganan dokter hewan.
Lantas, apa saja penyebab kucing tidak mau makan dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.
Mengapa kucing bisa kehilangan nafsu makan?
Kucing memiliki naluri alami untuk menyembunyikan rasa sakit. Itulah sebabnya, banyak penyakit baru terlihat ketika kondisinya sudah cukup parah. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah berkurangnya nafsu makan.
Jika kucing tidak mau makan selama lebih dari 24 jam, terutama pada anak kucing, atau lebih dari 48 jam pada kucing dewasa, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan. Kucing yang terlalu lama tidak makan berisiko mengalami dehidrasi dan gangguan hati, seperti Hepatic lipidosis, terutama pada kucing yang mengalami kelebihan berat badan.
Baca juga: Penyebab kucing tidak mau makan
Baca juga: Rekomendasi dokter untuk jaga kesehatan "anabul" di kondisi berpolusi
1. Penyakit infeksi
Infeksi virus, bakteri, atau parasit menjadi salah satu penyebab paling umum kucing kehilangan nafsu makan.
Beberapa penyakit infeksi yang sering menyerang kucing antara lain Feline Immunodeficiency Virus (FIV), Feline Leukemia Virus (FeLV), Feline Infectious Peritonitis (FIP), dan toksoplasmosis.
Kucing yang mengalami infeksi biasanya juga menunjukkan gejala lain seperti demam, lemas, lebih banyak tidur, hingga penurunan berat badan.
2. Menelan hairball atau benda asing
Kucing sering menjilati bulunya sebagai bagian dari proses membersihkan diri. Kebiasaan ini membuat bulu ikut tertelan dan dapat membentuk gumpalan yang dikenal sebagai hairball.
Jika hairball menumpuk di saluran pencernaan, kucing dapat merasa penuh pada perut, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.
Selain hairball, kucing juga bisa menelan benda asing seperti tali, kapas, tisu, atau mainan kecil yang dapat mengganggu sistem pencernaan.
3. Gangguan pencernaan
Masalah pada saluran cerna seperti gastroenteritis, diare, GERD, pankreatitis, gangguan hati, maupun infeksi saluran pencernaan dapat menyebabkan kucing merasa mual dan enggan makan.
Biasanya kondisi ini disertai muntah, diare, nyeri perut, atau tubuh yang tampak lemas.
Baca juga: Kucing juga rentan sakit di musim pancaroba
4. Gangguan gigi dan gusi
Masalah pada gigi dan mulut sering kali membuat kucing kesulitan makan.
Abses gigi, radang gusi, hingga penyakit periodontal dapat menyebabkan rasa nyeri saat mengunyah sehingga kucing lebih memilih berhenti makan atau hanya minum.
Jika kucing tampak mengeluarkan air liur berlebihan atau mulutnya berbau tidak sedap, pemeriksaan ke dokter hewan perlu segera dilakukan.
5. Demam
Saat mengalami demam, metabolisme tubuh berubah sehingga nafsu makan ikut menurun.
Selain tidak mau makan, kucing yang demam biasanya tampak lesu, sering bersembunyi, menggigil, dan bernapas lebih cepat dari biasanya.
6. Stres atau kecemasan
Tidak hanya manusia, kucing juga bisa mengalami stres.
Perubahan lingkungan, kehilangan pemilik, kedatangan hewan baru, suara bising, hingga perubahan rutinitas dapat membuat kucing mengalami kecemasan yang berdampak pada penurunan nafsu makan.
7. Infeksi saluran pernapasan
Flu pada kucing atau infeksi saluran pernapasan dapat mengganggu kemampuan mencium aroma makanan.
Padahal, indra penciuman sangat berperan dalam membangkitkan nafsu makan kucing. Ketika hidung tersumbat, makanan yang biasanya disukai pun bisa terasa tidak menarik.
Selain flu, polip atau tumor di rongga hidung juga dapat menyebabkan gejala serupa.
8. Efek samping vaksinasi
Sebagian kucing mengalami penurunan nafsu makan setelah menjalani vaksinasi.
Kondisi ini umumnya bersifat ringan dan akan membaik dalam waktu sekitar 24 jam. Selama kucing masih aktif dan mau minum, pemilik biasanya tidak perlu terlalu khawatir.
Namun, bila keluhan berlangsung lebih lama atau muncul gejala lain yang berat, segera hubungi dokter hewan.
Baca juga: Tak sekadar tekan populasi, steril kucing baik untuk kesehatan
9. Perubahan lingkungan
Kucing merupakan hewan yang menyukai rutinitas.
Pindah rumah, mengganti posisi tempat makan, perubahan jadwal makan, atau kehadiran anggota keluarga baru dapat membuatnya merasa tidak nyaman sehingga kehilangan selera makan untuk sementara.
10. Tidak menyukai makanan
Penyebab yang satu ini cukup sering terjadi.
Pergantian merek makanan secara mendadak atau rasa makanan yang tidak sesuai dengan selera dapat membuat kucing menolak makan.
Sebagian kucing juga mudah bosan jika diberikan menu yang sama dalam waktu lama.
Cara mengatasi kucing yang tidak mau makan
Penanganan utama tentu bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh penyakit, dokter hewan akan memberikan terapi sesuai kondisi yang dialami kucing.
Namun, jika penyebabnya bukan masalah kesehatan yang serius, beberapa cara berikut dapat membantu meningkatkan nafsu makan anabul.
1. Jaga kebersihan tempat makan
Cuci mangkuk makan dan minum setiap hari agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur yang dapat mengurangi selera makan kucing.
2. Berikan makanan favorit
Cobalah memberikan makanan dengan rasa yang lebih disukai kucing atau lakukan pergantian menu secara bertahap agar ia tidak mudah bosan.
3. Berikan porsi kecil tetapi lebih sering
Daripada memberikan satu porsi besar, berikan makanan dalam jumlah sedikit dengan frekuensi lebih sering agar kucing lebih tertarik untuk makan.
4. Hangatkan makanan
Makanan yang baru dikeluarkan dari kulkas sebaiknya dihangatkan terlebih dahulu.
Aroma makanan yang lebih kuat biasanya lebih menggugah selera kucing.
5. Tambahkan penambah aroma
Beberapa pemilik menggunakan sedikit minyak ikan sebagai penambah aroma makanan agar lebih menarik bagi kucing.
Pastikan penggunaannya tetap sesuai anjuran dan tidak berlebihan.
6. Suapi dengan lembut
Jika kucing sedang kurang bersemangat makan, cobalah menyuapinya secara perlahan sambil mengelus tubuhnya agar merasa lebih nyaman.
7. Pisahkan tempat makan
Apabila memelihara lebih dari satu kucing, sediakan mangkuk makan yang terpisah agar tidak terjadi persaingan yang membuat salah satu kucing enggan makan.
8. Perhatikan kualitas makanan
Hindari memberikan makanan kering yang sudah terlalu lama dibuka, terutama jika sudah lebih dari satu bulan atau berbau tengik karena kualitasnya mungkin telah menurun.
Kapan harus membawa kucing ke dokter hewan?
Segera periksakan kucing ke dokter hewan apabila mengalami kondisi berikut:
- Tidak mau makan lebih dari 24 jam pada anak kucing atau lebih dari 48 jam pada kucing dewasa.
- Disertai muntah berulang atau diare berat.
- Mengalami penurunan berat badan secara drastis.
- Terlihat sangat lemas dan tidak aktif.
- Mengalami kesulitan bernapas.
- Muncul demam atau kejang.
Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Baca juga: Pentingnya rutin periksakan kesehatan "anabul" ke dokter hewan
Baca juga: Sedang sakit akibat pancaroba? Jauhi anabul agar mereka tak tertular
Baca juga: Infeksi saluran kemih jadi penyakit yang banyak dialami kucing kampung
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































