Pelindo pindahkan FRU-FSRU demi wujudkan Bali Maritime Tourism Hub


4 hours ago 9
Relokasi FRU dan FSRU didukung oleh sinergi seluruh pihak serta armada kapal tunda KT Jayanegara 303, KT Bima 324 dan KT Bima 315

Surabaya, Jatim (ANTARA) - PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine), anak usaha PT Pelindo Jasa Maritim melaksanakan pemindahan Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dari area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) Benoa menuju Area Pengembangan 2 (AP2) demi mendukung terwujudnya Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

"Relokasi FRU dan FSRU didukung oleh sinergi seluruh pihak serta armada kapal tunda KT Jayanegara 303, KT Bima 324 dan KT Bima 315," kata Direktur Komersial, Operasi dan Teknik PT Pelindo Marine Service Elvin Syah Putra dalam keterangan diterima di Surabaya, Jatim, Kamis.

Relokasi kedua fasilitas energi terapung tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan kawasan BMTH sekaligus memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat Bali tetap terjaga.

Hal itu, kata Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL) Jeffry Y. Priastono, lantaran FRU merupakan infrastruktur strategis yang memiliki kapasitas regasifikasi 41 Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) serta menyuplai gas bagi pembangkit listrik PLN di Pulau Dewata.

Baca juga: Pelindo harmonisasikan perikanan dan pengembangan marina di BMTH

Baca juga: Pemkot Denpasar-Pelindo tanda tangani MoU pemanfaatan PSEL di Benoa

"FRU Lumbung Dewata merupakan bagian penting dari rantai pasok energi Bali. Relokasi ini memastikan fasilitas tetap beroperasi optimal sekaligus mendukung pengembangan kawasan Benoa sebagai pusat pariwisata maritim modern," ujarnya.

Menurut Jeffry, relokasi FRU dan FSRU ini menunjukkan pengembangan kawasan pariwisata modern dapat berjalan selaras dengan kebutuhan energi yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat dan industri pariwisata di Pulau Dewata.

Sub Regional Head Sub Regional Bali Nusra Regional 3 Pelindo Fariz Hariyoso menambahkan pemindahan FRU dan FSRU merupakan bagian dari upaya penataan kawasan BMTH sebagai destinasi wisata maritim kelas dunia yang terintegrasi dengan kebutuhan infrastruktur energi.

Ia pun memastikan relokasi kedua fasilitas terapung ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Bali Maritime Tourism Hub tanpa mengganggu keandalan pasokan tenaga listrik di Bali.

Upaya itu dilakukan karena pengembangan sektor pariwisata dan sektor energi harus berjalan berdampingan sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Baca juga: Pelindo Benoa kembali buka setelah Nyepi layani kapal pesiar Belanda

Baca juga: Pelindo rampungkan legalitas lahan Bali Maritime Tourism Hub Benoa

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |