Jakarta (ANTARA) - Petenis nomor tiga dunia Jessica Pegula berhasil mengatasi rintangan besar dalam upayanya meraih gelar WTA 500 Berlin kedua dengan mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka pada semifinal Berlin Tennis Open 2026.
Juara Berlin 2024 itu mengalahkan Sabalenka di set penentu untuk menutup kemenangan 6-4, 6-7 (4), 6-0, Sabtu (20/6) waktu setempat, untuk mengamankan tempat di final.
"Meskipun saya ingin sekali memenangi pertandingan dalam dua set, saya pikir saya masih sama senangnya bisa menang dalam tiga set. Bukan hanya dalam tiga set, tetapi dengan set yang benar-benar menentukan, 6-0," kata Pegula setelah pertandingan, dikutip dari WTA, Minggu.
Baca juga: Setelah Rybakina, Eala kalahkan Svitolina untuk capai semifinal Berlin
Baca juga: Fritz kalahkan Shelton untuk tantang Zverev di semifinal Halle
Kesuksesan itu menandai kemenangan keempatnya atas Sabalenka dalam 13 pertemuan di tur WTA, meskipun catatan itu tidak menggambarkan intensitas persaingan mereka. Tiga pertandingan mereka sebelumnya sebelumnya semuanya berlangsung hingga set terakhir.
Setelah menyelamatkan dua break point di gim servis pembukaannya, Pegula dengan cepat mengambil alih kendali, mematahkan servis Sabalenka di gim berikutnya untuk unggul 2-1.
Pegula meningkatkan tekanan pada pengembalian bola, meski Sabalenka berusaha mengejar ketertinggalan. Ia mempertahankan servisnya tanpa kehilangan poin, lalu menutup set pertama dengan pukulan backhand winner.
Sabalenka menyerang lebih dulu di set kedua, mengkonversi break point ketiganya untuk unggul 2-0.
Dia memperluas keunggulan itu menjadi 5-2 setelah memenangi empat poin berturut-turut dari tertinggal 0-30 untuk mempertahankan servisnya dan mendekati satu gim untuk memaksa set penentu.
Namun, Pegula mempertahankan servisnya untuk skor 3-5, kemudian menguji ketahanan Sabalenka untuk membuat skor menjadi 4-5, lalu kembali mengandalkan servisnya untuk skor 5-5.
Pegula lagi memaksakan kedudukan imbang untuk skor 6-6, membawa set ke tiebreak. Dia membuka tiebreak dengan keunggulan 1-0, kemudian Sabalenka membalas 2-1.
Kesalahan ganda dari Sabalenka membalikkan keunggulan 2-2 tepat saat tetesan hujan turun. Beberapa jam kemudian, langit cerah, rumput kering, dan keduanya kembali ke lapangan untuk menyelesaikan pertandingan.
Sabalenka tampil agresif, memenangi enam dari tujuh poin berikutnya untuk memaksa set penentu.
Namun, tidak banyak duel di set terakhir, sebab Pegula menampilkan permainan tenis terbaiknya. Meskipun kalah di tiebreak, ia tetap tenang untuk meraih kemenangan.
Selanjutnya pada babak final, Pegula akan menghadapi unggulan kedelapan Linda Noskova yang mengalahkan petenis Filipina yang sedang naik daun Alexandra Eala 6-2, 6-4.
Noskova unggul dalam catatan pertemuan mereka 2-1, tetapi Pegula memenangi satu-satunya pertemuan mereka di lapangan rumput dalam tiga set di semifinal Bad Homburg 2025. Dia kemudian mengalahkan Iga Swiatek untuk meraih gelar juara.
Baca juga: Ben Shelton raih gelar di Stuttgart usai tumbangkan Taylor FritzBaca juga: Serena Williams kembali ke tenis profesional
Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































