Cebu, Filipina (ANTARA) - Para pemimpin dan perwakilan negara-negara anggota ASEAN mulai tiba di Lapu-Lapu City, Cebu, Filipina, menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN dan rangkaian pertemuan lainnya pada Jumat (8/5).
Filipina menjadi pusat tempat pembicaraan kawasan tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi dan krisis yang meningkat di Timur Tengah.
Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Myanmar U Hau Khan Sum menjadi perwakilan negara anggota ASEAN pertama yang tiba di Cebu pada Rabu siang (6/5) waktu setempat. Myanmar menjadi satu-satunya negara anggota ASEAN yang tidak diwakili oleh kepala pemerintahannya dalam KTT kali ini.
Kemudian, Rabu siang, Perdana Menteri Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah tiba sekitar pukul 18.30 waktu setempat, diikuti dengan ketibaan Presiden Filipina Ferdinand Marcos, Jr. yang sampai di Cebu pukul 21.14 waktu setempat setelah menyelesaikan enam agenda resminya di Manila.
Baca juga: Filipina dorong deklarasi ASEAN tentang kerja sama maritim
Para kepala negara anggota lain ASEAN tiba di Cebu, Filipina, Kamis, tepat sehari sebelum KTT ke-48 ASEAN berlangsung. Mereka adalah Presiden RI Prabowo Subianto, PM Timor Leste Xanana Gusmao, PM Vietnam Le Minh Hung, PM Kamboja Hun Manet, PM Malaysia Anwar Ibrahim, PM Singapura Lawrence Wong, PM Thailand Anutin Charnvirakul, serta perwakilan dari Laos.
Kamis sore, Presiden Filipina Marcos dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Vietnam Hung.
Presiden Marcos, selaku pemegang Ketua ASEAN 2026, lalu akan memimpin KTT Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina (BIMP-EAGA), sebelum menjamu para pemimpin ASEAN bersama Ibu Negara Filipina Liza Araneta-Marcos.
Kemudian, Jumat (8/5), seluruh pemimpin dan perwakilan negara anggota ASEAN akan mengikuti KTT ke-48 ASEAN.
Baca juga: RI dorong percepatan traktat persahabatan ASEAN
Marcos mengatakan Filipina akan mendorong pembahasan terkait ketahanan energi di tengah krisis pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, Pemerintah Filipina melakukan penyesuaian dalam persiapan KTT ASEAN untuk menekan biaya, antara lain mengubah format ratusan agenda dan rapat menjadi pertemuan daring serta mempersingkat kegiatan persiapan.
Penyesuaian itu dilakukan dengan tetap menjaga fokus KTT ASEAN tahun ini, yaitu dalam hal kerja sama regional, ketahanan pangan, stabilitas energi, dan perlindungan pekerja migran.
Sumber: PNA-OANA
Baca juga: Filipina sebut Deklarasi Bali jadi awal mimpi ASEAN menuju Olimpiade
Baca juga: RI harap kemajuan positif di Myanmar usai Suu Kyi jadi tahanan rumah
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































