Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan pentingnya sinkronisasi terkait tata kelola dan integrasi data, pemerataan layanan, serta sinkronisasi sistem pendataan antara Kementerian Agama dan Badan Gizi Nasional (BGN) perihal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Romo Syafi’i mengatakan sinkronisasi data itu dibutuhkan sehubungan dengan rencana pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pesantren, serta perluasan penerima manfaat MBG di kalangan santri.
“Kementerian Agama mendorong penguatan koordinasi, integrasi data, percepatan penetapan titik layanan, pengembangan dashboard monitoring bersama, serta penguatan afirmasi kebijakan terhadap pesantren sebagai satuan layanan pemenuhan gizi,” ujar Romo Syafi’i di Jakarta, Senin.
Wamenag mengatakan beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain keterbatasan penetapan titik SPPG, belum terintegrasinya Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dalam sistem pendataan MBG.
Baca juga: Wamenag: Program MBG dibutuhkan pesantren dan pendidikan keagamaan
Kemudian, belum tersedianya data penerima layanan berbasis by name by address yang dapat diakses secara rinci guna mendukung monitoring dan evaluasi program secara lebih optimal.
Romo Syafii menegaskan dukungan penuh Kementerian Agama terhadap implementasi program MBG sebagai bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan, gizi, dan kesiapan belajar peserta didik serta tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Selain itu, Kementerian Agama juga mendorong keterlibatan pesantren dalam rantai pasok program MBG, baik sebagai penyedia bahan pangan maupun pengelola layanan dapur pemenuhan gizi, sehingga program ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan santri, tetapi juga pemberdayaan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar.
Baca juga: Pesantren bisa bangun dapur SPPG untuk percepatan penerima manfaat
“Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, tepat sasaran, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” kata Wamenag Romo Syafi’i.
Sementara itu, Deputi 3 Kantor Staf Kepresidenan Yan Hiksas menekankan pentingnya penguatan sinkronisasi data antara Kementerian Agama dan Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya terkait data pondok pesantren penerima Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, integrasi dan keselarasan data menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan implementasi program, pemerataan layanan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat di lingkungan pesantren dan satuan pendidikan keagamaan.
“Sinkronisasi data antara Kementerian Agama dan BGN harus terus diperkuat agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis pada pondok pesantren berjalan lebih efektif, akurat, dan tepat sasaran,” ujar Yan Hiksas.
Baca juga: Bank Mandiri sebut sinergi kebijakan topang pertumbuhan ekonomi RI
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































