Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap hukum internasional dan jalur aman "bebas bea" melalui Selat Hormuz setelah pembicaraan dengan pejabat tinggi Iran di Muscat.
Dalam pernyataan di media sosial X, Albusaidi mengatakan diskusi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi berfokus pada nota kesepahaman terkini Iran-AS, "khususnya paragraf mengenai Selat Hormuz".
Perundingan tersebut dilakukan setelah kedatangan kedua negosiator senior itu di Oman untuk membahas pengelolaan jalur perairan strategis tersebut.
"Kami menegaskan komitmen terhadap hukum internasional dan jalur aman bebas bea," kata Albusaidi.
Baca juga: Iran dan Oman akan bahas situasi Selat Hormuz
Pernyataan itu dituliskan setelah mediator Qatar dan Pakistan mengeluarkan pernyataan bersama usai dialog AS-Iran di Swiss. AS dan Iran sepakat membentuk "sel de-konflik" bersama Lebanon guna memastikan kepatuhan penghentian operasi militer di Lebanon berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman tersebut secara jarak jauh pekan lalu, dan sepakat untuk waktu negosiasi 60 hari dalam menyelesaikan perselisihan, termasuk nasib persediaan uranium yang diperkaya Iran sebagai program nuklirnya, serta masalah-masalah lain yang belum terselesaikan.
Dokumen dengan 14 poin tersebut menyerukan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, dan jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melalui Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran: Tak ada kewajiban beli produk AS dari dana yang dicairkan
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































