Unhas bekali nelayan strategi adaptasi hadapi perubahan lingkungan

1 day ago 9

Makassar (ANTARA) - Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi pelatihan manajemen serta adaptasi perubahan lingkungan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan kepada nelayan agar menghindari kerugian.

Dosen Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PSP) FIKP Unhas Muhammad Kurnia, di Makassar, Senin, mengatakan perubahan lingkungan telah menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari dalam pembangunan sektor perikanan.

Penguatan kapasitas nelayan dan pembudidaya menjadi salah satu langkah strategis agar masyarakat pesisir mampu mengantisipasi berbagai risiko sekaligus mempertahankan keberlanjutan usaha mereka di tengah perubahan kondisi lingkungan yang berlangsung semakin dinamis.

"Perubahan lingkungan bukan lagi isu yang akan dihadapi di masa depan, tetapi sudah menjadi realitas yang dirasakan langsung oleh nelayan dan pembudidaya. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar sektor perikanan tetap produktif dan berkelanjutan," katanya.

Ia menjelaskan, setiap dampak perubahan lingkungan memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda sehingga memerlukan strategi penanganan yang spesifik.

Pengelolaan perikanan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam, melainkan harus disusun secara adaptif berdasarkan kondisi ekologi, sosial, dan ekonomi di setiap wilayah.

"Upaya adaptasi tidak hanya bertujuan mempertahankan produksi perikanan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir," kata Kurnia.

Pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan ketahanan sektor perikanan terhadap berbagai dinamika lingkungan, sekaligus menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian sumber daya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari, Muh. Ikhsan Idrus, mengatakan pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang sangat relevan bagi masyarakat pesisir yang kini semakin merasakan dampak perubahan lingkungan terhadap aktivitas ekonomi mereka.

"Kami berharap kegiatan edukatif ini mampu meningkatkan pemahaman nelayan dan pembudidaya mengenai berbagai strategi adaptasi yang dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan. Dengan demikian, produktivitas usaha dapat dipertahankan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir," katanya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |