BPIP perkuat kompetensi ASN lewat pembinaan dan pendampingan

1 day ago 7

Jakarta (ANTARA) - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperkuat pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui pelatihan pembinaan (coaching) dan pendampingan (mentoring) sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan lembaga tersebut.

Kepala Biro Umum dan SDM BPIP Fitri Suhariyadi mengatakan program tersebut merupakan implementasi konsep ASN Corporate University (ASN Corpu) yang menekankan pembelajaran berkelanjutan melalui pendekatan pembelajaran sosial (social learning).

"Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar di lingkungan BPIP melalui pendekatan 'social learning' sebagai implementasi konsep ASN Corporate University," kata Fitri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Pelatihan tersebut diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional BPIP. Kegiatan diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan.

Baca juga: Kepala LAN: Rombak "egosystem" jadi "ecosystem"

Menurut Fitri, pengembangan kompetensi ASN saat ini tidak lagi cukup mengandalkan pelatihan klasikal, tetapi harus didukung proses pembelajaran yang berlangsung secara berkelanjutan.

"Pengembangan kompetensi yang berkelanjutan melalui 'coaching' dan mentoring merupakan kunci untuk menghadirkan ASN yang unggul, adaptif, dan berdaya saing," ujarnya.

Ia mengatakan metode itu efektif untuk membangun karakter, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memperkuat kolaborasi di lingkungan kerja.

Pendekatan tersebut juga relevan untuk membimbing ASN dari kalangan Generasi Z agar mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Baca juga: Kemdiktisaintek dorong dosen ASN kembangkan kompetensi secara positif

Menurut Fitri, pembinaan dan pendampingan diharapkan menjadi katalis perubahan budaya kerja di lingkungan BPIP sehingga para pimpinan tidak hanya berperan sebagai atasan, tetapi juga sebagai pembimbing yang mendorong peningkatan kompetensi, produktivitas, dan inovasi pegawai.

"Dengan budaya 'coaching' dan mentoring yang kuat, kami ingin membangun birokrasi yang adaptif terhadap perubahan, produktif dalam bekerja, dan berorientasi pada hasil," katanya.

BPIP berharap seluruh peserta pelatihan dapat menerapkan praktik pembinaan dan pendampingan di unit kerja masing-masing guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Melalui ekosistem tersebut, pengembangan talenta ASN diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan birokrasi di masa depan.

Baca juga: BKN siapkan kebijakan akseleratif tingkatkan kompetensi ASN pemda

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |