Nyeri dada bisa jadi tanda anak alami GERD

6 days ago 10

Jakarta (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut nyeri dada sebagai salah satu tanda anak mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

"Pada anak yang lebih besar, apa gejala tipikal GERD? Gejala typical simptomp-nya GERD pada anak itu adalah kalau ada nyeri dada atau chest pain," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi IDAI Dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. G . H (K) dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan gejala pada anak yang terkena GERD bersifat khas karena nyeri dada dapat dirasakan tepat di bawah tulang dada.

Baca juga: IDAI tekankan gumoh tak melulu jadi tanda anak terkena penyakit

Nyeri dada di bagian bawah itu juga dapat menciptakan sensasi seperti terbakar dan dekat dengan ulu hati. Gejala itu dapat memburuk setelah penderitanya makan atau berbaring.

Mengutip sebuah penelitian, Sri menyebut pada anak-anak terutama remaja, GERD seringkali dikaitkan dengan kebiasaan makan yang berlebihan, kebiasaan makan menjelang tidur, rutin mengonsumsi soda atau makan-makanan yang pedas dan berlemak.

Menurut dia akan lebih baik apabila anak berhenti makan tiga jam sebelum tidur, sehingga saluran pencernaan dapat kembali stabil dan lebih ringan bekerja.

Baca juga: Gaya hidup sehat pada anak muda bisa kurangi keparahan GERD

Dalam acara itu, dia juga membeberkan terdapat populasi dengan risiko tinggi mengalami GERD. Misalnya, seperti anak-anak dengan gangguan neurologis, atresia esofagus, hernia diafragmatika, obesitas, penyakit paru kronis, laringomalacia dan trakeomalacia.

Bagi anak-anak yang terkena GERD, biasanya tenaga medis akan melakukan tata laksana sesuai dengan kondisi anak. Beberapa tindakan yang diambil seperti anamnesis dan pemeriksaan fisik, identifikasi tanda bahaya untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain, modifikasi gaya hidup dan diet, sampai dengan terapi obat penekan asam lambung.

Apabila gejala tidak ada perbaikan maka anak direkomendasikan untuk dirujuk ke dokter spesialis anak konsultan pencernaan untuk dilakukan endoskopi dan esofageal pH-monitoring.

Dilanjutkan dengan medikamentosa, transpyloric feeding dan anti-reflux surgery.

Baca juga: Mengenal GERD, masalah pencernaan yang rentan menyerang anak muda

Baca juga: Pola makan yang baik bagi penderita asam lambung

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |