Sukabumi (ANTARA) - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meninjau sarana asimilasi dan edukasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu.
Sarana asimilasi dan edukasi Lapas Warungkiara merupakan pusat pembinaan kemandirian berbasis pertanian, peternakan dan perikanan bagi narapidana atau warga binaan. Sarana tersebut menjadi percontohan program ketahanan pangan di wilayah Sukabumi.
Turut mendampingi kunjungan kerja tersebut, yaitu anggota Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, Bupati Sukabumi Asep Japar, Pelaksana Harian (Plh.) Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali, dan unsur musyawarah pimpinan daerah Kabupaten Sukabumi
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Agus bersama tamu yang hadir menyempatkan diri untuk memanen hasil pertanian Lapas Kelas IIA Warungkiara, seperti terong ungu dan terong hijau.
Agus juga menyempatkan berbincang dengan warga binaan yang terlibat program pembinaan produktif tersebut, memberi semangat agar tetap optimis menjalankan hidup di dalam maupun di luar lapas nantinya.
Menurut jenderal purnawirawan Polri itu, upaya yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Warungkiara itu guna menyukseskan 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta transformasi pemasyarakatan.
"Saya secara pribadi ingin mengucapkan terima kasih atas kinerja mereka. Satu, mendukung program pemerintah untuk kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan. Walaupun itu sementara masih digunakan untuk menangani kebutuhan dalam lapas dan rutan yang ada di masyarakat," kata Agus.
Ia mengharapkan program kemandirian pangan di Lapas Warungkiara nantinya bisa berkontribusi untuk memberikan hasil untuk kepentingan masyarakat dari kegiatan-kegiatan ekonomi yang mereka lakukan.
"Harapan saya nanti kalau sudah ada keuntungan mereka bisa berbuat dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat. Mau itu memberikan sembako atau kegiatan pembangunan, pembangunan perbaikan rumah seperti yang tadi dilaksanakan. Ini adalah suatu upaya yang baik karena ya keberadaan pemasyarakatan ada di lingkungan masyarakat. Jadi harus membuat baik kepada masyarakat," ujar Agus.
Sementara, Plh. Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Kusnali mengatakan Lapas Kelas IIA Warungkiara mengoptimalkan sarana asimilasi dan edukasi (SAE) dengan nama SAE Berkah Mandiri di atas lahan 3,5 hektare dengan mengembangkan berbagai sektor produktif yang meliputi pertanian dan hortikultura peternakan ayam, peternakan domba, peternakan sapi, perikanan air tawar, dan pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan terpadu.
Melalui optimalisasi SAE Berkah Mandiri, kata dia, pihaknya berupaya memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan tapi juga mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi, mendukung ketahanan pangan nasional, memperkuat kualitas pembinaan serta mendukung terwujud nyata masyarakat yang produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kegiatan ini dalam rangka mendukung reintegrasi sosial serta membangun citra positif pemasyarakatan di tengah masyarakat," kata Kusnali.
Terpisah, Kepala Lapas Warungkiara Kurnia Panji Pamekas mengatakan kawasan ketahanan pangan tersebut memiliki luas 7 hektare yang pemanfaatannya terdiri atas area peternakan dan penggemukan kurang lebih 1 hektare berada di kawasan blok hunian, area pertanian produktif yang telah dibuka seluas 2 hektare serta area pengembangan pertanian dan ketahanan pangan seluas 3,5 hektare.
Di kawasan tersebut terdapat tersebut juga terdapat area pendukung berupa kandang ayam petelur, kandang domba, kolam budidaya ikan air tawar, gudang penyimpanan, jalan usaha tani, saluran irigasi, dan fasilitas penunjang.
"Kawasan ini menjadi sarana pembinaan produktif yang memberikan keterampilan kerja kepada warga binaan sekaligus menghasilkan berbagai komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan bernilai ekonomi," kata Kurnia.
Baca juga: Lapas Warungkiara kelola lahan tidur 7 hektare dukung ketahanan pangan
Baca juga: Menteri Imipas tinjau bedah rumah di lingkungan Lapas Warungkiara
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































