Menlu AS sebut negara-negara Teluk tolak biaya tarif atas Selat Hormuz

5 hours ago 4

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan pada Kamis bahwa tidak ada dukungan sama sekali dari negara-negara Teluk untuk segala bentuk tarif atau biaya atas penggunaan Selat Hormuz.

“Tidak ada dukungan sama sekali di antara negara-negara Teluk untuk segala bentuk tarif, biaya, atau apa pun yang mengenakan pungutan atas penggunaan perairan internasional,” kata Rubio kepada para wartawan di Bahrain.

Ia mengatakan bahwa dirinya mengadakan pertemuan yang sangat baik dengan negara-negara Teluk, dan menambahkan bahwa “mereka menyampaikan kepada kami sejumlah kekhawatiran dan gagasan yang sangat konkret.

“Saat kita memasuki negosiasi ini (dengan Iran) baik pada tingkat teknis maupun politik, dan kami ingin mereka terlibat,” ujarnya.

Rubio menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak akan membuat keputusan atau komitmen apa pun yang dengan cara apa pun merugikan kemakmuran, stabilitas, atau keamanan mitra-mitranya di kawasan Teluk.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS untuk Iran tidak dibahas dengan negara-negara Teluk.

Menurutnya, dana rekonstruksi itu “itu masih jauh ke depan, dan akan ditangani pada waktu yang tepat dalam proses ini.”

“Kami sangat berharap dapat segera memperoleh komitmen niat dari kedua negara yang menurut saya mulai menggambarkan masa depan yang menjanjikan” ujarnya saat mengomentari negosiasi yang berlangsung antara Israel dan Lebanon.

Rubio menambahkan bahwa hal tersebut akan menjadi sebuah proses, akan memerlukan waktu, dan membutuhkan banyak kerja keras.

“Namun saya dapat mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, pemerintah berdaulat Lebanon berbicara langsung dengan pemerintah Israel,” katanya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump tolak biaya transit maritim dalam kesepakatan dengan Iran

Baca juga: Harga minyak dunia turun seiring lalu lintas Selat Hormuz pulih

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |