Menkop: Torasera perkuat ekosistem koperasi desa di Probolinggo

1 week ago 8
Kehadiran Torasera itu diharapkan menjadi model penguatan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Indonesia

Probolinggo, Jatim (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid dapat memperkuat ekosistem koperasi desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

"Kehadiran Torasera itu diharapkan menjadi model penguatan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Indonesia," katanya saat meresmikan Torasera Nurja Berkah yang berada di lingkungan Ponpes Nurul Jadid Kabupaten Probolinggo, Minggu.

Ia mengapresiasi Ponpes Nurul Jadid dan seluruh pihak yang telah berinisiatif menghadirkan Torasera sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis koperasi.

Torasera Nurja Berkah merupakan salah satu dari dua Torasera yang telah berdiri di Indonesia.

“Itu menjadi kebanggaan sekaligus membangkitkan optimisme kami di Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam menjalankan amanah untuk mengembangkan koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Ia menjelaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Baca juga: Menkop ajak Kospin Jasa percepat operasional Kopdes Merah Putih

Baca juga: Menkop jadikan Kubu Raya model nasional koperasi desa

Hingga saat ini, sebanyak 83 ribu koperasi telah berbadan hukum, dan pemerintah tengah memasuki tahap pembangunan fisik berupa gudang, gerai, serta sarana pendukung lainnya.

“Sebanyak 30 ribu unit ditargetkan rampung dan siap operasional pada April 2026. Selanjutnya, pembangunan terus berlanjut hingga mencapai target nasional,” katanya.

Ia menekankan bahwa keberadaan Torasera memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi (hub) dan integrator dalam ekosistem koperasi.

Selain menyuplai kebutuhan barang ke koperasi desa, Torasera juga berfungsi sebagai off-taker yang menyerap hasil produksi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM.

“Melalui Torasera, produk-produk masyarakat desa dapat dihimpun, dikelola, dan didistribusikan secara lebih luas. Ini akan mendorong perputaran ekonomi di desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi masyarakat desa dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi.

Pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui berbagai instrumen, termasuk Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), serta dukungan lintas kementerian dan lembaga.

Ia mengatakan penguatan koperasi desa merupakan bagian dari upaya mengembalikan sistem ekonomi nasional pada nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa.

“Koperasi adalah instrumen utama untuk memastikan ekonomi berpihak kepada rakyat. Kita ingin memastikan perputaran ekonomi terjadi di desa, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Selain itu, Menkop juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pesisir, termasuk penyediaan infrastruktur seperti pabrik es dan sarana pendukung bagi nelayan di wilayah Probolinggo.

Ia berharap Torasera Nurja Berkah dapat menjadi percontohan nasional dalam pengembangan koperasi berbasis pesantren dan masyarakat.

“Semoga Torasera ini menjadi usaha yang berkah, berkembang, dan menjadi bagian penting dalam penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini menjelaskan kehadiran Torasera Nurja Berkah akan menjadi pendukung bisnis bagi ekososistem Kopdes Merah Putih di Kabupaten Probolinggo, khususnya wilayah Paiton.

Ia berharap dapat mendorong produk-produk unggulan Kabupaten Probolinggo agar dikenal lebih luas oleh masyarakat.

"Tentu keberadaan Torasera itu juga bukan sekedar pusat perbelanjaan tetapi juga merupakan wujud nyata kemandirian ekonomi pesantren serta kontribusi pesantren dalam memperkuat ekonomi keumatan,” katanya.

Sementara itu Kepala Ponpes Nurul Jadid Abdul Hamid Wahid mengatakan Torasera itu tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga sentra perekonomian masyarakat sekitar.

“Lebih dari itu, kami bercita-cita menjadikan sebagai bisnis hub yang menyokong beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih khususnya di wilayah Paiton dan sekitarnya,” katanya.

Baca juga: Menkop siapkan Kopdes jadi alternatif tempat kerja Gen Z

Baca juga: Menkop sebut produksi genteng Kopdes bisa gunakan teknologi baru

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |