Medan (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Djamari Chaniago mengingatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Indonesia tetap kompak menjalankan tugas pemerintahan.
"Forkopimda harus kompak bekerja. Pada akhirnya semua yang kita lakukan untuk menyejahterakan rakyat," kata Djamari didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat silaturahmi di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Medan, Ahad.
Menko melarang unsur Forkopimda, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi untuk membawa kepentingan masing-masing dengan melupakan kepentingan rakyat.
"Jangan membawa perasaan masing-masing, karena rakyat membutuhkan kita. Curahkan perhatian kita sepenuhnya untuk rakyat," tegas Djamari dalam silaturahmi yang dihadiri tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) itu.
Pihaknya juga menyoroti sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama di Tanah Air, seperti peredaran narkoba, dan aksi premanisme.
Kemudian, penyebaran berita hoaks atau bohong hingga praktik judi online atau daring yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Selain itu, Djamari menekankan pentingnya peran Forkopimda bersama tokoh agama untuk merangkul generasi muda agar terlibat aktif menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
"Bagaimana kita melibatkan anak-anak muda, merangkul mereka, serta memberikan ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga persatuan," ujarnya.
Ia juga meminta tokoh masyarakat maupun jajaran Forkopimda untuk meluruskan berbagai isu hoaks di tengah masyarakat, seperti isu kelangkaan bahan bakar minyak dan krisis pangan.
"Pemerintah memastikan ketersediaan energi dan pangan nasional tetap aman, dan mencukupi bagi masyarakat," tegas Djamari.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus menjaga suasana kondusif dan stabilitas daerah melalui sinergi pemerintah pusat.
"Stabilitas daerah tidak hanya dibangun melalui kekuatan institusi pemerintah, dan aparat keamanan. Tetapi juga melalui peran aktif tokoh masyarakat sebagai penyejuk, dan pengayom di tengah masyarakat," tuturnya.
Surya mengatakan, Sumatera Utara merupakan provinsi yang majemuk dengan beragam suku, agama, budaya, dan adat istiadat.
Keberagaman di Sumatera Utara tersebut, lanjut dia, menjadi kekuatan besar yang harus dijaga melalui nilai-nilai toleransi.
"Peran tokoh agama dan tokoh adat sangat penting sebagai penjaga harmonisasi dan kerukunan di tengah masyarakat,” kata Surya.
Ia juga menyampaikan, Pemprov Sumut mengusung visi pembangunan daerah Kolaborasi Sumut Berkah dengan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Namun, memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan tokoh masyarakat.
"Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemprov Sumut mendorong sejumlah langkah strategis pembangunan. Antara lain penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas pelayanan publik," tutur Surya.
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































