Menkes pastikan keamanan vaksin TB yang sedang diuji klinis tahap 3

7 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin tuberkulosis M72 dipastikan aman karena telah melalui uji klinis tahap pertama, dan kini vaksin itu tengah di tahap ketiga uji klinis guna melihat efektivitas vaksin tersebut.

Ketika ditemui di Jakarta, Jumat, Budi menyampaikan hal tersebut ketika ditanya awak media tentang keamanan vaksin. Dia menjelaskan bahwa pada uji klinis, ada tiga tahap, dan tahapan pertama adalah untuk menentukan keamanan vaksin tersebut.

"Clinical trial 2 bisa di manusia aman apa enggak. (Tahap) tiga dia lihat efektivitasnya. Kalau dikasih, yang sembuh berapa persen. Nah, sekarang Indonesia menjadi tempat clinical trial 3. Sudah jalan, 2 ribuan lebih sudah disuntikkan," ujarnya.

Adapun uji klinis tersebut dilaksanakan oleh perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran. Dia berharap vaksin tersebut dapat diluncurkan secara global sebelum 2029.

Menurutnya, Indonesia perlu berpartisipasi dalam pengembangan vaksin ini, mengingat banyaknya yang meninggal akibat tuberkulosis. Pada suatu waktu, katanya, Indonesia tidak ikut serta dalam pengembangan vaksin malaria, kemudian vaksin penyakit itu ditemukan, tapi ternyata tidak cocok untuk orang Indonesia.

Oleh karena itu, partisipasi dalam pengembangan vaksin TB diharapkan dapat menyelamatkan warga Tanah Air yang berisiko meninggal akibat penyakit itu. Hal ini, katanya, karena Indonesia adalah negara dengan kasus TB terbanyak kedua di dunia, setelah India.

"Dan yang kedua unggulnya apa kalau Indonesia ikut? Kita bisa mendapatkan prioritas untuk memproduksi vaksin," katanya.

Apabila vaksin ini selesai pada 2028, katanya, maka rencananya akan dimasukkan menjadi program vaksinasi nasional, mengingat beban penyakitnya yang begitu tinggi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyebutkan, Indonesia telah menyelesaikan proses rekrutmen partisipan untuk uji klinik fase 3 kandidat vaksin Tuberkulosis (TBC) M72, dan sebanyak 2.095 partisipan dari kelompok usia remaja dan dewasa berpartisipasi dalam studi global yang juga dilaksanakan di Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan dalam keterangan di Jakarta, Kamis (8/5) bahwa pengembangan vaksin ini didukung oleh Gates Foundation. Seluruh pelaksanaan uji klinik vaksin M72 di Indonesia, katanya, diawasi secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta para ahli vaksin TBC nasional dan global.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Citro Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |