Gubernur Sumut meresmikan operasional BRT Mebidang

2 hours ago 3
Kehadiran layanan transportasi publik berbasis bus listrik ini menjadi langkah strategis.

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) melayani rute Medan-Binjai, dan Medan-Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang.

"Kehadiran layanan transportasi publik berbasis bus listrik ini menjadi langkah strategis," ujar Bobby, usai meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubuk Pakam, di Terminal Lubuk Pakam, Deli Serdang, Rabu.

Langkah strategis ini, kata dia lagi, guna mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, serta ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Gubernur mengatakan, BRT Mebidang ini tidak hanya ditentukan pembangunan infrastruktur, tetapi juga konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, dan kemudahan akses masyarakat Sumut.

"Pembangunan transportasi publik merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan pilihan mobilitas yang layak," kata dia lagi.

Menurutnya, pertumbuhan kendaraan pribadi dewasa ini harus diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang nyaman dan terjangkau.

"Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan transportasi umum," kata Bobby.

Gubernur juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral dan secara bersama-sama mendukung integrasi sistem transportasi.

Bobby menegaskan, BRT Mebidang ini tidak boleh berhenti sebatas peluncuran armada bus, tetapi juga harus berkembang menjadi sistem transportasi yang saling terkoneksi dan terintegrasi.

Kementerian Perhubungan pada 2023 memilih Kota Medan untuk membangun proyek infrastruktur BRT Mebidang yang dibiayai mitra pembangunan, yakni World Bank dan AFD Prancis total sebesar Rp1,9 triliun.

BRT Mebidang ini memiliki lintasan sepanjang 21 kilometer terhubung 31 halte dengan 17 rute yang menjangkau kawasan Mebidang menggunakan armada 515 bus listrik didukung depo, halte, dan jalur khusus bus.

"Ini bukan launching (peluncuran) bus, tetapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum," ujar Bobby.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, peluncuran BRT listrik di kawasan Mebidang merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut meningkatkan konektivitas dengan menyediakan transportasi publik modern, aman, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Pada tahap uji coba ini, kata dia lagi, dua unit bus listrik mulai dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis, waktu tempuh, dan memberikan edukasi kepada masyarakat Sumut.

"Selama masa uji coba, masyarakat bisa menggunakan layanan BRT listrik ini secara gratis," kata Yuda.

Setelah beroperasi penuh, katanya pula, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300/penumpang umum, dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.

"Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan-Terminal Lubukpakam), 13 unit Koridor 12 (Simpang Barat-Binjai), dan tiga unit armada cadangan," kata Yuda.

Baca juga: Bobby Nasution sebut gunakan 60 unit bus listrik BRT di Medan

Baca juga: Gubernur Bobby Nasution mendukung percepatan implementasi BRT Mebidang

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |