Jakarta (ANTARA) -
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menilai hubungan Indonesia-India semakin intensif setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi pada Juli 2026.
Dalam diskusi mengenai prospek kerja sama bilateral pascakunjungan PM Modi ke Indonesia, Chakravorty mengatakan kunjungan Presiden Prabowo ke India pada Januari 2025 telah membawa dinamika dan energi baru bagi hubungan kedua negara.
“Sementara, kunjungan PM Modi ke Indonesia bulan lalu membawa dinamika dan dorongan baru pada kemitraan bilateral,” katanya di Kedutaan Besar India di Jakarta, Rabu.
Menurut Chakravorty, intensifikasi hubungan tersebut terlihat dari semakin banyaknya menteri Indonesia yang berkunjung ke India untuk bertemu dengan mitra sejawatnya dan membahas penguatan kerja sama bilateral.
Para menteri yang telah melakukan pertemuan tersebut, antara lain, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Pendidikan, katanya menambahkan.
“Menteri-menteri yang penting dari Indonesia berkunjung ke India pada Agustus ini, dan mereka bertemu dengan mitra sejawatnya di sana,” kata Dubes India.
Salah satu hasil rangkaian pertemuan tersebut, lanjutnya, adalah komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi, antara lain melalui integrasi sistem pembayaran berbasis kode QR dan penerapan local currency settlement antara Indonesia dan India.
Kedua negara juga menyepakati pentingnya memiliki perjanjian perdagangan bilateral yang dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia dan India di masing-masing negara, kata Chakravorty.
Menurut dia, kesepakatan tersebut dapat menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan ekonomi sekaligus membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.
Dalam kesempatan yang sama, Chakravorty mengungkapkan rencana kehadiran Presiden Prabowo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, pada pertengahan September mendatang.
Ia menilai kehadiran Prabowo dalam agenda tersebut akan kembali menempatkan hubungan Indonesia-India sebagai salah satu perhatian, terlebih Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu kembali dengan PM Narendra Modi untuk membahas perkembangan kerja sama bilateral.
“Dalam kesempatan tersebut, mereka tentu akan membahas tindak lanjut dari apa yang disepakati sejak kunjungan Modi ke Indonesia pada Juli,” kata dia.
Kerja sama ekonomi kedua negara juga ditopang oleh kinerja perdagangan yang mencatat surplus bagi Indonesia. Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan Indonesia-India mencapai 11,89 miliar dolar AS, terdiri atas ekspor Indonesia sebesar 9,28 miliar dolar AS dan impor sebesar 2,60 miliar dolar AS.
Pada periode tersebut, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 6,68 miliar dolar AS dengan India.
Komoditas utama yang diekspor Indonesia ke India antara lain batu bara, minyak sawit, baja nirkarat, asam lemak monokarboksilat industri, dan korundum buatan.
Sementara itu, komoditas utama yang diimpor Indonesia dari India meliputi daging kerbau, kacang tanah, kendaraan pengangkut barang, suku cadang dan aksesori traktor, serta tembakau mentah.
Baca juga: Mendag dorong RI-India perkuat akses pasar dan investasi
Baca juga: Indonesia dan India buka kemitraan di sektor digital
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































