Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan investasi pada pengembangan talenta anak sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya manusia (SDM) sektor ekonomi kreatif.
“Kementerian Ekraf senantiasa berkomitmen menghadirkan kreatif hub yang ramah anak, sehingga talenta-talenta muda Indonesia dapat berkembang menjadi generasi inovatif dari local champion menuju national champion hingga berdaya saing go global,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Riefky menegaskan anak merupakan sumber inspirasi sekaligus talenta pegiat ekraf masa depan yang perlu diberikan ruang untuk belajar, berekspresi, dan berinovasi sejak dini melalui lingkungan yang aman dan kolaboratif.
Ia mengatakan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memastikan pemerintah memberikan penguatan ruang-ruang kreatif yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Capaian tersebut menunjukkan ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar utama penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.
Sementara itu, data Profil Anak Indonesia 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat jumlah anak di Indonesia mencapai 79,9 juta jiwa atau 28,38 persen dari total penduduk.
Potensi bonus demografi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Untuk mendukung pengembangan talenta, Kementerian Ekraf mengedepankan kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan dalam membangun ruang kreatif yang aman, bebas diskriminasi, dan terhindar dari eksploitasi anak.
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai sosial melalui edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta pembukaan peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial berkelanjutan sebagai sarana edukasi, kolaborasi lintas sektor, hingga penciptaan peluang baru bagi para pejuang ekraf. Kementerian Ekraf senantiasa memastikan ekosistem kreatif tumbuh dalam mendorong kreativitas, menghargai keberagaman, serta membangun karakter anak yang siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Irene.
Kementerian Ekraf menilai investasi pada pendidikan, pengembangan kreativitas, literasi digital, dan penyediaan ruang berekspresi yang aman akan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan talenta kreatif yang mampu mendukung pertumbuhan industri ekonomi kreatif secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Menekraf percepat pengembangan talenta kreatif dengan universitas
Baca juga: Kemenekraf-Kemendiktisaintek perkuat ekosistem kreatif lewat Rindekraf
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































