Mendukbangga: Peran TPK dampingi keluarga penting untuk cegah stunting

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendampingi keluarga sangat penting untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji saat menghadiri Temu TPK dan Silaturahmi dalam rangka Penguatan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu.

"Kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarga. Dan dimulai dari pendamping-pendamping keluarga. Saya bisa bertemu pahlawan-pahlawan keluarga yang setiap hari mendampingi calon pengantin, ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia," ujar Menteri Wihaji dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, TPK memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan yang mendampingi keluarga pada berbagai fase kehidupan mulai dari calon pengantin, ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Baca juga: Mendukbangga: Program MBG bagian upaya cegah Keluarga risiko stunting

Menteri Wihaji juga menyoroti prevalensi stunting di Kabupaten Banjarnegara yang masih berada pada angka 20,9 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 19,8 persen. Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama melalui pendampingan yang dilakukan secara langsung kepada keluarga sasaran.

Menurut dia, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti pernikahan dini, kurangnya asupan gizi, sanitasi yang belum memadai, serta rendahnya edukasi pola asuh. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat Program Bangga Kencana yang fokus pada upaya pencegahan sejak sebelum kelahiran.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji juga menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mencegah stunting. Melalui dukungan TPK, program tersebut diharapkan dapat menjangkau keluarga sasaran secara tepat sekaligus memperkuat pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengapresiasi kontribusi para kader TPK yang selama ini turut membantu pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Baca juga: Wihaji: Ekonomi masih jadi penyebab utama keluarga berisiko stunting

"TPK Banjarnegara adalah kader-kader terbaik dan sangat membantu pemerintah kabupaten dalam mengatasi stunting," ujarnya.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |