Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai pembentukan dana abadi kecerdasan buatan (Sovereign AI Fund) dapat menjadi salah satu pendorong percepatan pembangunan infrastruktur AI nasional.
Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru (AIKITA) Kemkomdigi Aju Widyasari mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi fondasi dalam upaya Indonesia mewujudkan kedaulatan AI.
"Kalau kita bicara infrastruktur, untuk masuk menjadi sovereign AI, tahap pertamanya adalah apa yang bisa kita siapkan untuk mendukung infrastruktur berbasis GPU ini hadir dengan pendukung yang cukup," kata Aju dalam diskusi di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan dapat berupa skema insentif maupun pendanaan untuk memperluas pemanfaatan energi hijau untuk operasional pusat data AI.
Aju menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat berperan dalam mendukung pendanaan tersebut melalui kerja sama investasi yang melibatkan investor domestik maupun internasional.
Baca juga: Wamenkomdigi sebut etika AI harus diterapkan sejak tahap perancangan
"Salah satunya adalah bentuk insentif atau funding untuk penyediaan energi hijau. Di sini ada peran dari Danantara untuk bisa memberikan bentuk funding atau bentuk kerja sama investasi yang memberdayakan semua kapasitas investasi dalam negeri maupun luar untuk mendukung penyediaan energi hijau," ujarnya.
Ia menjelaskan kebutuhan energi menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan AI karena pusat data yang menggunakan unit pemrosesan grafis (GPU) membutuhkan pasokan listrik yang besar dan berkelanjutan.
Menurut Aju, peta jalan pengembangan energi hijau yang telah disiapkan pemerintah menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur AI nasional.
"Kebutuhan untuk AI ini mungkin bisa mendukung kebutuhan energi hijau dan nanti arahnya bisa menjadi insentif tersendiri bagi penyedia infrastruktur berbasis AI," katanya.
Diketahui, pemerintah sedang menyiapkan dana abadi kecerdasan buatan (Sovereign AI Fund) guna mendukung pengembangan ekosistem AI nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat teknologi AI di Asia Tenggara.
Dana tersebut diusulkan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan skema pembiayaan yang melibatkan pemerintah dan sektor swasta.
Pembentukan Sovereign AI Fund diperkirakan dapat dimulai pada periode 2027 hingga 2029. Dana tersebut dirancang untuk mendukung pembangunan infrastruktur AI, termasuk pusat data, layanan komputasi, pengembangan talenta digital, serta berbagai kebutuhan ekosistem AI nasional.
Baca juga: Wamenkomdigi sebut aturan AI diusulkan dalam bentuk undang-undang
Baca juga: Menkomdigi ajak ASEAN buat tata kelola AI cegah kesenjangan digital
Baca juga: Pemanfaatan AI untuk bansos dan UMKM dorong peningkatan kesejahteraan
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































