Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja sebagai kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Upaya tersebut dinilai perlu didukung melalui peningkatan perdagangan, percepatan industrialisasi, dan penguatan investasi agar dunia usaha terus berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Kadin bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Jakarta, Rabu.
Anindya dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Undang-Undang Kadin Nomor 1 Tahun 1987 yang berlaku saat ini telah menjadi landasan organisasi selama puluhan tahun.
Namun, perkembangan ekonomi global, perubahan geopolitik, hingga transformasi digital menuntut adanya penyesuaian agar dunia usaha mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Menurut dia, kehadiran Kadin dalam RDPU tersebut bertujuan menyampaikan berbagai aspirasi pelaku usaha dari seluruh Indonesia agar dunia usaha dapat terus tumbuh, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Karena kita lihat esensinya ialah bagaimana dunia usaha bisa terus menggeliat dan juga bergotong royong dan juga naik kelas,” ujarnya.
Anindya menjelaskan, Kadin sebagai rumah besar dunia usaha yang menaungi berbagai asosiasi, himpunan, serta Kadin provinsi terus berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sehingga intinya bagaimana kita bersama-sama bisa membantu pemerintah sebagai mitra strategis. Tapi yang paling penting bagaimana supaya perekonomian Indonesia itu bisa maju,” tuturnya.
Lebih lanjut, Anindya menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja harus menjadi fokus utama pembangunan ekonomi nasional. Ia menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta hingga 5 juta lapangan kerja baru setiap tahun untuk menyerap angkatan kerja yang terus bertambah.
Ia menambahkan, seluruh pembahasan bersama DPR diarahkan untuk mendukung kemajuan dunia usaha sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, arah pembangunan ekonomi Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat, meski masih memerlukan percepatan dan modernisasi.
“Ya intinya ini buat Indonesia. Bagaimana supaya yang kita canangkan dunia usaha bisa maju, tumbuh terus. Sampai kepada Indonesia Emas 2045. Di tengah banyaknya tentunya tantangan-tantangan. Dan juga banyak sekali orang-orang yang istilahnya mengatakan Indonesia itu arahnya kemana. Tapi kami melihat arahnya sudah benar. Tinggal mesti diakselerasi dan dimodernisasi,” pungkasnya.
Baca juga: Ketum Kadin dorong penguatan ekonomi hijau dan digital di Kepri
Baca juga: Kadin tekankan penguatan diplomasi ekonomi guna pacu investasi RI
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































