Bakom RI sebut turunnya harga minyak dunia perkuat ruang fiskal RI

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menyatakan penurunan harga minyak dunia seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah berpotensi memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi Indonesia.

"Kami melihat bahwa ruang fiskal Indonesia akan lebih ringan terutama dengan penurunan harga minyak dunia," ujar Qodari di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan perkembangan terbaru terkait meredanya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuka harapan baru bagi stabilitas ekonomi global, meskipun situasinya masih perlu disikapi dengan kehati-hatian karena bersifat dinamis.

Menurut dia, penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu kabar baik bagi Indonesia. Harga minyak yang sebelumnya berada di kisaran 93 dolar AS per barel kini telah turun hingga berada di bawah 80 dolar AS per barel.

Dengan kebutuhan impor minyak Indonesia yang cukup besar, penurunan harga tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran pemerintah sehingga memperbaiki ruang fiskal nasional.

"Jadi dengan kebutuhan impor Indonesia yang sekitar 1,6 juta barel per hari, maka kemudian tentunya bisa dikalikan untuk penghematan yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jadi ini kabar baik yang kita sambut dengan penuh harapan dan akan memberikan ruang fiskal yang juga lebih bagus," ujar Qodari.

Selain itu, ia mengatakan dalam beberapa hari terakhir sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan.

Indeks saham tercatat kembali berada di atas level 6.000, sementara nilai tukar rupiah berada di bawah Rp18.000 per dolar AS.

Ia juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi baik.

"Kalau yang fundamental kan memang dari sebelum ini pun juga sudah bagus. Kita punya cadangan devisa yang masih di atas lima bulan. Kemudian juga inflasi kita yang masih terjaga, kemudian juga utang luar negeri kita yang di bawah rata-rata negara lain," kata Qodari.

Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi yang baik tersebut berpotensi menjadi semakin kuat apabila perdamaian di Timur Tengah dapat tercapai.

"Jadi fundamental ekonomi Indonesia sangat baik dan tentu yang baik ini akan menjadi lebih baik lagi dengan perdamaian yang bisa dicapai di Timur Tengah," katanya.

Baca juga: MPR: Harga Pertamax dipengaruhi minyak mentah dunia

Baca juga: Seskab: Pertamax BBM nonsubsidi, harganya ikut harga minyak dunia

Baca juga: Forum SPIEF 2026 bahas prospek harga minyak tahun depan

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |