Makassar (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kehadiran ilmuwan dunia seperti Prof Morten P. Meldal, peraih Nobel bidang Kimia tahun 2022 di lingkungan kampus Indonesia merupakan momentum strategis memperkuat ekosistem riset global.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis, mengatakan kuliah umum tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga sarana membangun jejaring kolaborasi riset internasional yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan kuliah umum oleh peraih Nobel di Unhas hari ini memiliki peran penting dalam mengubah cara berpikir sivitas akademika, khususnya peneliti dan mahasiswa.
Paparan langsung dari ilmuwan yang terlibat dalam riset berdampak global, lanjut Mendiktisaintek, diharapkan mampu mendorong keberanian untuk berpikir lintas disiplin, kritis, dan inovatif dalam menjawab tantangan ilmiah.
Baca juga: Kemdiktisaintek susun Road to Nobel Prize perkuat kualitas peneliti RI
“Kolaborasi riset internasional menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas dan daya saing para peneliti. Melalui kegiatan ini peneliti Indonesia didorong untuk aktif menjajaki peluang joint research dan kolaborasi publikasi ilmiah dengan pusat-pusat riset unggulan dunia,” ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi riset yang sangat besar di berbagai bidang strategis. Isu-isu global seperti lingkungan, energi berkelanjutan, dan perubahan iklim, menjadi bidang penelitian yang relevan untuk dikembangkan melalui kolaborasi internasional berbasis keunggulan lokal.
Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, lanjut dia, kegiatan ini dinilai penting untuk menginspirasi generasi muda peneliti Indonesia.
Interaksi langsung dengan peraih Nobel, kata dia, diharapkan dapat menumbuhkan semangat keilmuan, integritas akademik, serta orientasi riset jangka panjang yang berdampak.
Baca juga: Mendiktisaintek tekankan kolaborasi antar-perguruan tinggi
Menutup sambutannya, Mendiktisaintek Brian berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi riset konkret dan berkelanjutan. Ia menegaskan sinergi antara ilmuwan dunia dan peneliti Indonesia merupakan investasi penting bagi masa depan sains, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan nasional.
Pada kesempatan yang sama Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (JJ) menjelaskan upaya menghadirkan ilmuwan kelas dunia merupakan bagian dari langkah Unhas meningkatkan reputasi internasional.
Momentum seperti ini, lanjutnya, memberi ruang bagi kerja sama riset berdampak bagi sivitas akademika Unhas dan Indonesia.
"Kegiatan ini dihadiri oleh ribuan peserta, termasuk akademisi dari Unhas dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kami berharap kuliah umum seperti ini akan menjadi agenda rutin kami pada masa mendatang," kata Prof. JJ.
Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat kolaborasi riset dan pendidikan dengan Jepang
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































