Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti manfaat seni rupa kertas sebagai salah satu medium yang dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berekspresi.
“Ekspresi seni rupa adalah bagian penting dari ekspresi budaya bangsa. Kita ingin karya-karya perupa Indonesia semakin visible di dunia internasional dan tidak lagi underrepresented ," kata Fadli dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Pada sambutan pembukaan acara di Jakarta Kamis (5/2), Fadli mengatakan bahwa kertas sudah menjadi bagian dari ekspresi budaya di Nusantara sejak dulu.
Baca juga: Lampung gelar pameran seni rupa "Pamer Pamor"
Pada abad ke-7 Masehi, masyarakat telah mengenal daluang dari kulit kayu, yang digunakan untuk manuskrip, seni lukis, wayang beber, hingga berbagai ekspresi budaya lainnya.
Penggunaan kertas dalam seni mencerminkan keragaman ekspresi budaya Indonesia yang luar biasa, sehingga istilah diversity tidak lagi cukup menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi memakai penyebutan baru yaitu megadiversity.
Dalam konteks pembangunan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan tengah berfokus pada penguatan lima ekosistem utama, yakni ekosistem film, ekosistem musik, seni pertunjukan, seni sastra, hingga seni rupa.
Baca juga: Pameran "Jakarta Artmosphere 2025" jadi ruang ekspresi seniman
Fadli menilai seni rupa memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu keunggulan Indonesia, mengingat tingginya minat kolektor internasional terhadap karya-karya perupa Tanah Air.
Menteri Kebudayaan juga menyoroti keterkaitan Art Jakarta Papers dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Melalui pameran ini, talenta muda dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk berpameran, membangun jejaring, dan berinteraksi langsung dengan pelaku seni rupa internasional.
"Harapannya, ke depan semakin banyak karya perupa kita yang masuk dalam koleksi museum-museum dunia seperti MoMA, Tate Modern, Victoria and Albert Museum, hingga Louvre," kata dia.
Baca juga: Seniman Tiongkok hadirkan Jin Yong dalam “A Path To Glory”
VIP Relations Art Jakarta Hafidh Ahmad Irfanda selaku menyampaikan bahwa pameran seni rupa ini diharapkan menjadi sebuah platform yang akan terus berkembang dalam merespons perubahan zaman guna mendorong para seniman untuk terus berkarya di tingkat nasional hingga global.
Pameran seni rupa Art Jakarta Papers 2026 diselenggarakan di City Hall, Pondok Indah Mall 3 pada 6-8 Februari 2026.
Baca juga: Pameran seni rupa "Langkar" tampilkan karya 95 perupa se-Indonesia
Beragam presentasi karya seni berbasis kertas yang ditampilkan mulai dari gambar, cetak grafis, ilustrasi, fotografi, buku seniman, patung, instalasi, hingga praktik seni berbasis arsip dan riset.
Dari total peserta, sebanyak 22 galeri berasal dari berbagai kota di Indonesia, sementara enam galeri internasional datang dari Kuala Lumpur, Bangkok, Tokyo, Taipei, dan Seoul.
Baca juga: Wamendagri Bima Arya buka pameran seni rupa "Junjung Galuh" Kalsel
Baca juga: Pesona jejak seni rupa Bali dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































