Membangun kepercayaan publik setelah kepergian Affan Kurniawan

18 hours ago 1
Keadilan bagi Affan Kurniawan bukan hanya tentang penuntasan kasus, melainkan juga tentang memperbaiki sistem agar tidak ada lagi korban serupa di masa depan

Jakarta (ANTARA) - Jakarta kembali dirundung duka atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, saat terjadi aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Peristiwa ini mengetuk hati banyak orang dan menjadi pengingat betapa pentingnya memastikan keselamatan warga negara, terutama ketika mereka berada di ruang publik.

Tragedi ini seharusnya menjadi titik refleksi bagi semua pihak, bukan sekadar untuk meratapi kehilangan, melainkan juga sebagai momentum memperkuat empati, memperbaiki tata kelola penanganan demonstrasi, dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap negara serta para pemimpinnya.

Semua menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Harus diakui bahwa kehilangan satu nyawa warga negara adalah kehilangan yang menyentuh seluruh elemen bangsa.

Semua menyesalkan insiden yang merenggut nyawa salah satu warga tersebut yang tentu harus diusut tuntas agar keadilan bagi keluarga korban bisa ditegakkan.

Pekerjaan rumah berikutnya adalah bagaimana membangun kepercayaan publik setelah semuanya terjadi?

Untuk itu, penegakan hukum harus berjalan dengan transparan, profesional, dan adil, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi negara dapat dipulihkan.

Langkah cepat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang langsung meminta maaf kepada keluarga korban dan turun langsung ke lokasi kejadian juga patut mendapatkan apresiasi.

Respons ini menunjukkan empati dan kesungguhan Polri untuk mendengar aspirasi masyarakat dan menangani situasi dengan lebih humanis, disertai harapan bahwa proses hukum berjalan transparan dan profesional.

Namun, penting juga ditekankan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penanganan demonstrasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Di balik tragedi ini, semua bisa melihat adanya dinamika sosial dan politik yang lebih besar. Gelombang protes publik belakangan ini tidak muncul tanpa alasan.

Berbagai pernyataan dan tindakan blunder dari sejumlah anggota legislatif banyak memicu kemarahan masyarakat, mulai dari sikap yang kurang sensitif terhadap kondisi rakyat hingga pernyataan-pernyataan yang menyinggung perasaan publik.

Baca juga: Tragedi Affan Kurniawan dan ujian empati negara

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |