Megawati: Seharusnya sudah tidak ada perang, kita satu bumi

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menilai perang terus berkecamuk lantaran dunia mulai kehilangan kesadaran akan persatuan sebagai sesama penghuni bumi.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti seluruh rangkaian agenda Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis malam waktu setempat.

"Nah, mengenai kembali kepada Zayed Award Human Fraternity ini, dari semua pembicaraan yang saya dengar, memang mereka berkeinginan bahwa mereka semua merasakan bahwa bagaimana dunia ini sepertinya akan mulai melupakan sebetulnya kehidupan kita itu satu, satu bumi," ujar Megawati.

Ia menekankan bahwa di era modern ini, peperangan seharusnya sudah tidak lagi menjadi pilihan.

Maka, ia mendorong perdamaian berkelanjutan yang juga melibatkan peran aktif perempuan.

"Dan seharusnya mestinya sudah selesai, tidak ada perang. Yang ada harusnya diteruskan dengan perdamaian. Dan itu tentunya juga masuk ke dalam peran wanita," tegasnya.

Dalam forum global tersebut, dia juga kembali memperkenalkan Pancasila sebagai konsep yang relevan untuk diadopsi dunia.

Merujuk pada pidatonya di Majelis Persaudaraan Manusia yang diadakan Zayed, ia meyakinkan para tokoh dunia bahwa nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan, bersifat universal dan sejalan dengan semangat Human Fraternity (Persaudaraan Manusia).

"Begitu juga kalau masalah kemanusiaan, seperti yang saya katakan ketika hari pertama dengan Pancasila itu, sebenarnya kalau mau, saya bilang kepada mereka-mereka bahwa itu sebetulnya bisa menjadi sesuatu yang universal," kata Megawati.

Ia memaparkan bagaimana sila-sila dalam Pancasila dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan global.

"Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diadopsi dari kemanusiaan dan yang lainnya, terutama tentunya di dalam masalah diskusi yang masalah kemanusiaan karena Human Fraternity itu, ya saya bilang bisa memakai yang namanya peri kemanusiaan. Sehingga dengan demikian bisa selaras," tuturnya.

Selain isu perdamaian dan ideologi, kehadiran dia sebagai tokoh perempuan senior politik juga menarik perhatian peserta konferensi Zayed Award 2026. Di mana, banyak pihak yang penasaran dengan konsistensi dia memimpin partai politik besar hingga saat ini.

"Makanya saya banyak sekali ditanya, bagaimana kok bisa menjadi sampai hari ini saya masih menduduki sebagai Ketua Umum partai, juga masih aktif. Saya mengatakan, ya itu tergantung kepada kaum perempuannya sendiri," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kemajuan hukum di Indonesia.

Ia menceritakan respons terkejut sekaligus kagum dari para delegasi internasional ketika mengetahui Indonesia memiliki payung hukum yang kuat bagi perempuan dan anak.

"Dan tapi saya merasa bangga bahwa kita sudah punya undang-undang untuk perempuan dan perlindungan perempuan dan anak. Mereka kaget sekali bahwa kok bisa sampai terjadi adanya perundangan seperti itu," ujar dia.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |