Kupang (ANTARA) - Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi pada Kamis pagi dengan melontarkan abu kurang lebih setinggi 800 meter di puncak gunung tersebut.
Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki Herman Yosef S Mboro dalam laporan yang diterima di Kupang, Kamis mengatakan erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan durasi kurang lebih 3 menit 57 detik.
"Erupsi terjadi sekitar pukul 10.34 WITA dengan ketinggian erupsi mencapai kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut (mdpl)," katanya.
Baca juga: BNPB: Status tanggap darurat erupsi Gunung Lewotobi diperpanjang
Berdasarkan hasil pengamatan, lanjutnya, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat.
Saat ini, kata dia, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Status Level III (Siaga).
Pihaknya mengeluarkan rekomendasi bagi warga sekitar antara lain masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Baca juga: Status Gunung Lewotobi Laki-laki naik jadi Siaga Selasa sore ini
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah (pemda) serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, diimbau memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dan Satlak Penanggulangan Bencana (PB) setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Baca juga: Geologi: Aktivitas Gunung Lewotobi di NTT meningkat dalam sepekan
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































