Badan Geologi: Suhu kawah Gunung Slamet stabil, tak ada eskalasi

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hasil pengukuran menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) termal menunjukkan kondisi suhu solfatara di kawah Gunung Slamet kini relatif stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Kamis, mengungkapkan berdasarkan hasil beberapa kali pengukuran suhu menggunakan drone termal, suhu solfatara kawah berfluktuasi antara 407,2 derajat Celcius hingga 478,7 derajat Celcius, tanpa menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Kestabilan indikator termal tersebut menjadi salah satu alasan utama bagi otoritas geologi untuk mengevaluasi dan menurunkan radius rekomendasi bahaya.

Lana menjelaskan data yang dihimpun dari drone termal selama periode 4 April - 3 Juni 2026 tersebut membuktikan tidak ada eskalasi aktivitas vulkanik yang berkelanjutan pada sistem kawah gunung api setinggi 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Baca juga: PVMBG: Waspadai peningkatan aktivitas Gunung Slamet

Kondisi ini berbeda dengan situasi pada awal April lalu, kata dia, dimana citra termal sempat menangkap adanya perluasan anomali panas yang membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah akibat peningkatan proses pelepasan gas (degassing).

Meskipun paparan suhu solfatara saat ini tergolong masih cukup tinggi, lanjutnya, tren fluktuasi yang konstan membuat Badan Geologi resmi mengembalikan radius aman dari sebelumnya tiga kilometer menjadi dua kilometer dari pusat kawah.

Kendati demikian tingkat aktivitas gunung api yang berada di lima kabupaten Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu masih tertahan di Level II (Waspada) karena parameter vulkanisnya belum sepenuhnya kembali ke kondisi dasar (background).

Menurut Lana, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, yang memantau pergerakan suhu udara kawah dan pasokan energi dari dalam bumi guna mengantisipasi potensi bahaya.

Baca juga: PVMBG perluas batas aman kawah puncak Gunung Slamet

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |