Mediasi China jadi momentum perdamaian di Asia Selatan

2 weeks ago 10

Beijing (ANTARA) - Pembicaraan informal yang baru-baru ini dilakukan antara Pakistan, Afghanistan, dan China di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, sekali lagi menggarisbawahi peran China sebagai kekuatan penstabil perdamaian di Asia.

Dialog ini tidak hanya memberikan jeda pada konflik Pakistan-Afghanistan yang sedang berlangsung, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa dalam menyelesaikan ketegangan geopolitik yang kompleks, penggunaan kekuatan militer hanya akan menjadi jalan buntu, sementara dialog dan negosiasi merupakan satu-satunya jalan yang realistis untuk menuju perdamaian.

Akar permasalahan yang mendalam dari konflik Pakistan-Afghanistan jauh melampaui sekadar sengketa perbatasan, melainkan muncul dari percampuran kompleks antara keluhan historis, dilema keamanan, dan tekanan geopolitik.

Dalam konteks yang sarat ketegangan seperti ini, peran China melampaui sekadar menyediakan venue untuk dialog. Sebagai negara tetangga dekat yang menjaga hubungan konstruktif dengan kedua belah pihak, China menawarkan platform yang kredibel, netral, dan tepercaya. Platform ini memprioritaskan deeskalasi, mendorong dialog, dan menopang kepercayaan yang rapuh. Ini bukan sekadar diplomasi simbolis, melainkan tindakan nyata yang bertujuan untuk menstabilkan kawasan yang bergejolak.

Baik Pakistan maupun Afghanistan semakin menyadari bahwa siklus kekerasan hanya memperdalam rasa tidak aman. Mediasi China telah membantu menggeser fokus dari konfrontasi ke konsultasi.

Hal yang lebih penting, perundingan di Urumqi sekali lagi mencerminkan Inisiatif Keamanan Global (Global Security Initiative/GSI) usulan China, yang mendorong jalur baru menuju keamanan yang mengutamakan dialog alih-alih konfrontasi, kemitraan alih-alih aliansi, dan pola interaksi yang saling menguntungkan alih-alih menang-kalah (zero-sum). Tetangga memang tidak dapat dipilih, namun cara mereka berinteraksi dapat dibentuk.

Jalan di depan memang penuh tantangan, tetapi perundingan di Urumqi telah membuka pintu yang, jika dikelola dengan hati-hati, dapat mengarah pada perdamaian yang langgeng.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |