Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan proses seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Unggul Garuda siap berjalan transparan dan akuntabel sehingga tidak ada "jalur khusus" yang menjamin kelulusan murid.
Ia pun mengingatkan agar para orang tua maupun murid tidak tergiur dengan tawaran oknum tertentu mengatasnamakan Kemdiktisaintek yang menjanjikan kelulusan di PPDB SMA Unggul Garuda.
“Kami menjamin seluruh prosesnya akan berjalan dengan transparan, akuntabel, jika ada orang-orang tertentu yang mengklaim, menawarkan, ada jalur khusus ataupun sama sekali tidak ada, tidak boleh terjadi hal seperti itu, semuanya akan transparan akuntabel,” tegas Brian dalam kegiatan daring bertajuk Peluncuran Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda di Jakarta pada Kamis.
Ia pun turut mengingatkan agar masyarakat tidak ragu bertanya melalui saluran resmi Kemdiktisaintek apabila masih belum jelas memahami mekanisme maupun syarat-syarat dalam seleksi PPDB SMA Unggul Garuda.
Baca juga: Sekolah Garuda, langkah Kemdiktisaintek perkuat SDM nasional
Lebih lanjut, Brian menambahkan SMA Unggul Garuda siap menghadirkan ekosistem pendidikan khusus dengan kurikulum bertaraf internasional, yang didukung oleh fasilitas pembelajaran memadai, serta guru dan tenaga kependidikan yang terbaik.
Sekolah ini, kata dia, diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta-talenta terbaik dari dalam negeri, khususnya dalam bidang sains, teknologi, STEM, sains, teknologi, engineering, dan juga matematika.
“Ini tentu merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan bahwa akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi melainkan oleh potensi, prestasi, dan yang paling penting adalah kerja keras,” ujar Brian.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menjelaskan siswa yang diterima melalui seleksi PPDB tersebut akan bersekolah di 4 SMA Unggul Garuda.
Baca juga: Menpora harap Sekolah Rakyat dan Garuda dilengkapi fasilitas olahraga
Ia menyebutkan keempat sekolah tersebut berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Tanjung Selor Kalimantan Utara, Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, dan Kabupaten Belitung Timur Bangka Belitung.
"SMA Unggul Garuda nantinya akan dilengkapi dengan berbagai sarana-prasarana, fasilitas pembelajaran, serta guru dan tenaga kependidikan terbaik berstandar internasional. Namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan wawasan kebangsaan," kata Najib.
Ahmad Najib menjelaskan setiap SMA Unggul Garuda menerima sekitar 160 siswa sehingga total kuota PPDB tahun 2026 mencapai hingga 640 siswa.
"Totalnya adalah 160 siswa kali empat, 640 siswa yang akan diterima pada tahun ini," jelasnya Ahmad Najib.
Baca juga: Kemendiktisaintek terima usulan bangun Sekolah Garuda di Riau
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































