LPEI dorong eksportir ekspansi ke pasar nontradisional

5 hours ago 1

Nganjuk, Jawa Timur (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong perusahaan eksportir untuk berekspansi memperluas ekspornya ke pasar nontradisional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Langkah itu menjadi penting seiring melemahnya permintaan dari pasar tradisional imbas dari konflik di Timur Tengah, maka eksportir diimbau melakukan diversifikasi pasar guna menjaga kinerja penjualan.

Kepala Divisi NIA & Strategic Assignment LPEI Berlianto Wibowo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Nganjuk, Jatim, Kamis. menerangkan, LPEI diberi mandat khusus dari pemerintah untuk memberikan dukungan yang tidak tersedia di perbankan komersial, melalui skema National Interest Account (NIA).

NIA menjadi instrumen intervensi negara dalam menjaga keberlangsungan ekspor nasional.

“Mungkin dari Indonesia Eximbank kami menyampaikan detail bahwa salah satu bukti negara hadir memang kita sebut punya mandat khusus. Pemerintah ini memberikan salah satu program yang memang diberikan kepada hanya di Indonesia Eximbank ini berbeda dengan bank komersial,” ujarnya.

Baca juga: RI masuk lima besar negara eksportir besi-baja dunia berkat hilirisasi

LPEI tidak hanya menyediakan pembiayaan bagi eksportir, tetapi juga aktif memberikan pendampingan kepada debitur dan calon debitur melalui edukasi.

Edukasi tersebut mencakup pemahaman kondisi makroekonomi, identifikasi negara tujuan yang terdampak, serta strategi yang dapat ditempuh pelaku usaha untuk bertahan di tengah perubahan.

Berlianto menjelaskan, di tengah kondisi ekspor yang dihantui ketidakpastian, pendekatan edukasi menjadi langkah awal agar pelaku usaha bisa memahami situasi sebelum mengambil keputusan bisnis.

Selain itu, diskusi rutin dengan para eksportir terus dilakukan guna memperbarui informasi terkait risiko di berbagai negara tujuan.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |