Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan kehadiran pemerintah pusat dalam memastikan inovasi berbasis kearifan lokal dan kelestarian alam terus menjadi motor penggerak ekonomi.
Langkah ini memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional yang dimulai dari daerah, demi menciptakan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Dalam hal ini, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menyoroti bisnis kreatif keberlanjutan sebagai contoh sukses seperti jenama Seken Living yang mengembangkan desain berkelanjutan berbasis kayu jati, di Yogyakarta.
Baca juga: Wamenekraf dorong penguatan IP lokal hadapi perkembangan zaman
“Seken Living adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dapat memberikan nafas baru bagi limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia. Kami sangat mengapresiasi konsistensi jenama ini dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberdayakan perajin lokal di Yogyakarta," ujar Wemenekraf Irene dalam keterangan resminya yang diterima, Kamis.
Seken Living merupakan jenama kriya lokal yang berdiri sejak 2014 dan fokus mengolah kayu bekas menjadi produk estetis serta fungsional, di mana berkembang menjadi ekosistem kreatif terpadu yang memadukan keahlian tradisional dengan manajemen modern guna memenuhi kebutuhan pasar ramah lingkungan.
Wamenekraf Irene menegaskan bahwa Kementerian Ekraf berkomitmen untuk bertindak sebagai akselerator bagi jenama lokal yang memiliki visi keberlanjutan.
Baca juga: Menekraf dukung Kendari jadi pusat ekraf baru di Asia Pasifik
“Kami ingin memastikan bahwa produk dengan narasi sustainability seperti ini mendapatkan panggung yang layak di kancah global, karena dunia saat ini tengah mencari produk yang ramah lingkungan," tutur Wemenekraf Irene.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan pendanaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang telah didapatkan Seken Living, pemerintah optimistis produk kriya Indonesia akan semakin dominan di pasar global.
"Sinergi antara kreativitas dan dukungan finansial seperti dari Indonesia Eximbank adalah kunci untuk menembus hambatan pasar internasional,” katanya.
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya memperkuat sektor ekonomi kreatif
Seken Living mengembangkan lima lini bisnis yang saling terintegrasi, yakni Showroom Furnitur kayu daur ulang yang terintegrasi dengan kafe Nest Coffee & Donuts, konsep mindful eating di Sabin Cafe, bangunan daur ulang Uma Accommodation, kurasi dekorasi rustic pada Toko Online, hingga resto bar futuristik untuk acara privat pada Stairs at Prawirotaman.
Sinergi ini dinilai sebagai potret nyata inovasi ekonomi kreatif yang sukses menyatukan nilai ekonomi dengan gaya hidup berkelanjutan yang selaras dengan alam.
Selain rutin menggelar pameran di dalam negeri, Seken Living juga merambah pasar internasional melalui ajang bergengsi seperti Maison & Objet di Prancis, Salone del Mobile di Milan, dan Shoppe Object di Amerika Serikat.
Baca juga: Pelaku ekonomi kreatif harus mampu jawab tantangan kelola keuangan
Meskipun, saat ini menghadapi tantangan berupa semakin terbatasnya akses serta kesempatan untuk tampil di kancah mancanegara.
Pendiri Seken Living Ferryal menyampaikan harapan supaya pemerintah terus mendukung akses pasar dan promosi digital agar produk berbasis material recycled wood dengan karakter alami kami semakin kompetitif di pasar.
“Kehadiran Wamen Ekraf memberi semangat bagi kami. Kami juga berharap Seken Living bisa terus dilibatkan dalam berbagai pameran dan event mendatang," ujar Ferryal.
Baca juga: Kemenekraf kolaborasikan Paskah dengan kreativitas berbasis edukasi
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































