Lebanon sebut AS tegaskan upaya capai gencatan senjata

3 hours ago 2

Istanbul (ANTARA) - Kantor kepresidenan Lebanon menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan kembali upaya Washington untuk mengamankan gencatan senjata di Lebanon dalam percakapan telepon dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Dalam pernyataan tersebut, Presiden Aoun berterima kasih kepada Amerika Serikat atas upayanya menengahi gencatan senjata serta atas dukungannya di berbagai bidang.

Rubio menekankan bahwa AS akan terus melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mencapai gencatan senjata sebagai langkah menuju pemulihan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Lebanon, demikian isi pernyataan tersebut, Kamis.

Menlu Rubio juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap sikap yang diambil Presiden Aoun.

Baca juga: Trump sebut pemimpin Israel dan Lebanon mulai berunding hari ini

Sementara itu, Rabu (15/4), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington sedang berusaha menciptakan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon.

"Sudah lama sejak kedua pemimpin berbicara, sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok," tulis Trump di platform Truth Social.

Pengumuman tersebut menyusul pembicaraan yang dimediasi AS, pada Selasa (14/4), antara Lebanon dan Israel di Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, Washington. Namun, kelompok Hizbullah tidak diwakili dalam pertemuan itu dan menolak langkah-langkah tersebut.

Lebanon dan Israel pun sepakat untuk memulai negosiasi perdamaian langsung, dengan lokasi dan waktu yang akan ditentukan kemudian, di tengah situasi di mana Israel masih menduduki wilayah di Lebanon selatan.

Israel telah menduduki sebagian wilayah di Lebanon selatan itu selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak perang sebelumnya pada 2023–2024.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Gencatan senjata Israel-Lebanon berpotensi mulai berlaku pekan ini

Baca juga: Israel-Lebanon sepakat negosiasi langsung, dimediasi AS

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |