Kemlu: Kunjungan ke AS, Rusia perwujudan polugri bebas-aktif RI

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa politik luar negeri (polugri) bebas-aktif RI adalah yang membuat Indonesia dapat menjalin kerja sama intensif dengan berbagai negara.

Strategi polugri tersebut memungkinkan Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Rusia, kemudian Prancis, pada saat yang sama dengan kunjungan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke Amerika Serikat, kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang.

“Tujuan perjalanan presiden adalah cara-cara diplomasinya presiden sendiri untuk terus menyampaikan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia terus membuka dialog dengan semua mitra strategis,” ucap Jubir Kemlu RI ditemui usai taklimat media di Jakarta, Kamis.

Yvonne mengatakan bahwa kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia dapat terus membuka ruang komunikasi terhadap semua mitra di tengah kondisi geopolitik yang dinamis seperti saat ini.

Di samping itu, lancarnya lawatan tersebut serta keberhasilan kunjungan membawa hasil konkret membuktikan bahwa Indonesia bisa diterima oleh semua negara kapanpun, kata Jubir Kemlu RI.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa kita bisa diterima oleh siapapun dan kapanpun,” kata dia, sembari meminta supaya pendekatan tersebut tak perlu dipandang sebagai upaya RI "bermain di dua kaki".

Adapun pada Senin (13/4), Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan bilateral, di mana mereka sepakat untuk meningkatkan kerja sama kedua negara terutama di bidang ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri serta farmasi.

Dengan kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama energi dan sumber daya mineral (ESDM), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev

Sementara pada hari yang sama, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menemui Menhan AS Pete Hegseth di Markas Departemen Pertahanan AS, Pentagon, untuk membicarakan penguatan kerja sama pertahanan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menhan sepakat meningkatkan kerja sama pertahanan ke tahap Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP) sebagai kerangka penguatan kerja sama pertahanan demi mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: AS izinkan tanker Rusia kirim minyak ke Kuba lewati blokade

Baca juga: Putin tawarkan hentikan intelijen dengan Iran jika AS lakukan sama

Baca juga: Kremlin: AS tolak usulan Rusia ambil alih uranium Iran yang diperkaya

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |