Logo dan maskot MTQ Nasional di Jateng diluncurkan

5 hours ago 2

Semarang (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan logo, maskot, dan tema Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis.

Peluncuran itu menandai kesiapan Jateng sebagai tuan rumah festival dan kompetisi Al Quran terbesar di Indonesia pada 11-20 September 2026.

Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur sekaligus Ketua LPTQ Jateng Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

Kemudian, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Ketua MUI Jawa Tengah Noor Achmad, serta sejumlah tokoh ulama dan masyarakat lainnya.

Tema MTQ Nasional XXXI adalah "Menebar Cahaya Al Quran dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban". Tema tersebut mencerminkan harapan agar nilai-nilai Al Quran menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, berkeadilan, dan berkeadaban menuju Indonesia Emas.

Logo berbentuk gunungan wayang berwarna putih-hijau dengan beberapa ikon Kota Semarang sebagai tempat pelaksanaan, bermakna representasi nilai budaya, keberagaman, serta harmoni yang menjadi karakter Jateng.

Sedangkan maskot MTQ Nasional XXXI diberi nama Saqur (Sahabat Quran) yang menggambarkan generasi muda Indonesia yang religius, cerdas, kreatif, bersemangat, dan memiliki akhlak mulia.

Baca juga: Sekdaprov pastikan seluruh fasilitas MTQ Ke-40 Sumut siap digunakan

Baik logo maupun maskot MTQ Nasional XXXI merupakan hasil sayembara terbuka. "Maskot ini diharapkan menjadi simbol semangat generasi penerus dalam mengamalkan nilai-nilai Al Quran," kata Menag Nasaruddin Umar.

Ia menjelaskan banyak yang berkembang dari penyelenggaraan MTQ di berbagai daerah, seperti kali ini di Semarang mengagas warna baru, termasuk menyiapkan sejumlah acara tambahan yang memadukan antara kesemarakan dan pendalaman penghayatan makna.

Pelaksanaan MTQ di Semarang nanti juga akan dipadukan dengan berbagai kegiatan seperti seminar, expo dan pameran, lomba rebana, fesyen, bursa kerja, city tour, dan lainnya.

"Saya menggarisbawahi ada banyak hal istimewa di sini yang belum pernah kita lihat pada MTQ sebelumnya. Juga nanti akan ada dewan hakim, ahli-ahli Al Quran, dan 'scholars' dari luar negeri yang akan kita manfaatkan untuk memberikan kontribusi," katanya.

Menurut dia, MTQ merupakan salah satu festival Al Quran terbesar dan paling ramai di dunia, serta memiliki banyak fungsi, di antaranya wadah toleransi yang penting di Indonesia.

"Secara ekonomi juga menguntungkan bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Puluhan hingga ratusan ribu orang akan datang, berwisata, dan berbelanja. Bukan hanya hotelnya, tapi juga kuliner, transportasi, bazar dan sebagainya. MTQ adalah pesta rakyat terbesar," katanya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih karena wilayahnya telah dipilih menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI, apalagi sebagai provinsi yang menjunjung tinggi toleransi.

"Kami ingin memastikan para peserta nanti merasakan adem ayem di Jawa Tengah. Bupati dan wali kota saya minta ikut 'nyengkuyung', dengan cara hadir dan menyaksikan langsung saat pelaksanaan nanti," katanya.

Baca juga: Kemenag matangkan persiapan gelaran MTQ nasional di Semarang

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |