Legislator sebut serangan Israel ke Iran berpotensi hambat rencana BoP

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengemukakan serangan militer Israel ke Iran berpotensi menimbulkan konsekuensi serius karena akan berdampak pada banyak hal, salah satunya memundurkan upaya meredakan ketegangan di Gaza oleh Board of Peace (BoP).

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Hasanuddin mengatakan serangan Israel dan Amerika Serikat ini juga memunculkan pertanyaan besar terkait arah dan kepentingan geopolitik yang lebih luas.

"Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan President Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa dari peristiwa serangan Israel ke Iran ini, dunia internasional akan sulit untuk meyakini adanya niat tulus Amerika Serikat mendamaikan Palestina.

"Dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas," tegasnya.

Akibatnya, lanjut Hasanuddin, kondisi tersebut membuat publik semakin meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP.

"Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain," lanjutnya.

Selain dampak di bidang geopolitik, dia meyakini serangan ini akan memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya di sektor energi.

Dua pekan lalu, kata dia, Iran sempat menggertak dengan menutup Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia meski hanya berlangsung beberapa jam.

"Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata," ujarnya.

Jika hal tersebut terjadi, Hasanuddin meyakini harga minyak dunia bisa melonjak tajam dan akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak.

Melihat hal tersebut, Hasanuddin meminta Pemerintah Indonesia segera menentukan sikap yang jelas terhadap invasi Israel bersama-sama Amerika Serikat ke Iran, sesuai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.

"Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api," katanya.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |