Legislator dorong LKP berinovasi menggelar kegiatan sesuai kebutuhan

3 hours ago 1

Garut (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah mendorong Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam setiap kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan yang bersifat darurat di lapangan, sehingga bisa memanfaatkan peluang yang bernilai ekonomi dan menguntungkan masyarakat.

"Kita ingin kegiatan LKP, lembaga kursus pelatihan ini berdasarkan kebutuhan," kata dia kepada wartawan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin.

Ia menuturkan pemerintah pusat maupun daerah selama ini seringkali menggelar kegiatan pelatihan dan kursus dengan berbagai keahlian bagi masyarakat, seperti komputer dan bahasa Inggris.

Pelatihan yang selama ini rutin dilaksanakan itu, kata dia, bukan berarti tidak penting, tetapi ada inovasi lain dengan mengikuti berbagai persoalan dan yang dibutuhkan atau sedang tren di daerah maupun mancanegara.

Menurut dia, ada salah satu contoh yang perlu mendapatkan pelatihan dan menjadi darurat nasional yakni pengolahan sampah, persoalan sampah itu seharusnya bisa dikelola dengan baik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

"Kebutuhan dalam konteks di dalam situasi yang sekarang yang dianggap darurat nasional, misalnya sampah, kok enggak ada LKP sampah, sampah ini misalnya sampah organik, supaya sampah rumah tangga yang organik menjadi pupuk organik," katanya.

Baca juga: Kemendikdasmen pamerkan panen karya inovasi guru SMK-instruktur LKP

Ia menjelaskan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara kolaborasi misalkan dengan petani, peternak, dan siapa saja yang memproduksi sampah serta yang memanfaatkan pupuk organik.

Selanjutnya, kata dia, pengelolaan sampah sisa makanan bisa menjadi pakan untuk maggot, pakan ikan, lalu mengolah kertas koran dan sebagainya yang bisa memberikan manfaat bernilai ekonomi sekaligus dapat mengatasi darurat sampah.

"Saya mau LKP itu di antaranya nanti mengarah ke hilirisasi terhadap sampah tersebut," kata Ferdiansyah.

Ia menambahkan kegiatan lainnya yang sesuai kebutuhan di lapangan yakni pelatihan tentang pengisi suara untuk film animasi dan sebagainya yang mengikuti perkembangan industri film maupun konten.

Seperti saat ini di Garut, katanya, merupakan daerah penghasil teh dan tembakau yang tentunya membutuhkan pelatihan dan kursus peracik teh atau mengolah tembakau dari mulai menjemur sampai melinting.

"Kebutuhan-kebutuhan itu juga menjawab kreativitas inovasi juga untuk kaitannya dalam hal menjawab tantangan," katanya

Ia berharap, peran pemerintah daerah dapat membantu menyebarkan informasi dan memonitor setiap perkembangan kegiatan pelatihan dan kursus di daerahnya.

"Kami juga mohon bantuan pemda, pemda ini paling tidak membantu informasi, monitoring terhadap perkembangan kursus-kursus ini," katanya.

Baca juga: Wamendikdasmen minta lulusan LKP mampu taklukkan industri global

Baca juga: Kemendikdasmen apresiasi kontribusi LKP dukung pendidikan vokasi

Pewarta: Feri Purnama
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |