Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi hasil Survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan TNI sebagai lembaga paling dipercaya publik.
Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap TNI tercatat sebesar 93 persen, sedikit menurun dibandingkan survei November 2025 yang mencapai 94 persen.
"Enggak ada masalah karena orang menilai silakan saja. Memang kemungkinan sekarang itu terkesan sudah mulai duduk di mana, itu pasti berpengaruh, digoreng-goreng dan lain sebagainya," kata Maruli seusai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Penurunan tipis tersebut, kata Maruli, merupakan sesuatu yang wajar dalam dinamika penilaian publik.
Ia menegaskan tidak ada persoalan serius terkait hasil survei tersebut.
Menurut survei tersebut, menurunnya tingkat kepercayaan publik dikaitkan dengan indikasi meluasnya peran TNI di luar fungsi pertahanan, seperti keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan sejumlah urusan nonpertahanan lainnya.
Maruli menegaskan bahwa TNI tidak menempati jabatan-jabatan pemerintahan di luar koridor yang diatur pemerintah.
Ia juga membantah anggapan bahwa TNI secara aktif masuk struktur program-program sipil. "Saat ini kita enggak pernah karena ada jabatan-jabatan nonpemerintahan," katanya.
Mengenai keterlibatan dalam program MBG, Maruli menjelaskan bahwa posisi yang ada bukanlah jabatan struktural aktif dari prajurit TNI.
"MBG enggak ada," ujarnya menegaskan.
Ia menambahkan bahwa TNI tetap fokus pada tugas utama di bidang pertahanan negara, sembari menghormati berbagai penilaian publik yang berkembang.
Baca juga: Survei Indikator Politik 2026: TNI lembaga paling dipercaya publik
Baca juga: Survei Indikator Politik 2026: Mayoritas publik puas kepada Prabowo
Baca juga: Survei: TNI dan Presiden jadi lembaga negara tepercaya
Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































