Google kedepankan keamanan pada fitur pembuat musik berbasis AI

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Manajer Komunikasi Google Indonesia Feliciana Wienathan menyatakan bahwa perusahaan mengedepankan keamanan dan privasi pada Lyria 3, fitur pembuat musik dengan teknologi kecerdasan buatan dari Gemini.

Pengguna dapat memanfaatkan Lyria 3, yang didukung teknologi Google DeepMind, untuk membuat lagu berdurasi sekitar 30 detik lengkap dengan instrumen, vokal, dan lirik.

Pada acara temu media di Jakarta pada Jumat, Feliciana mengatakan bahwa Google mengedepankan keamanan dan privasi dalam setiap produknya, termasuk AI Gemini.

Dengan prinsip "keamanan secara default dan privasi berdasarkan desain", ia melanjutkan, perlindungan keamanan dan privasi tidak muncul belakangan, tetapi sudah menjadi bagian dari desain awal.

"Kita sebisa mungkin memikirkan privasi dari awal. Dan itu bukan hanya muncul atau ide yang ketika produknya sudah jadi baru kita berpikir, enggak," katanya.

"Makanya kita bilang, dari seluruh produk Google, ketika kita membuat atau dari sisi idenya pun selalu menjunjung tinggi dua konsep ini," ia menambahkan.

Dia juga menyampaikan bahwa fitur pembuat musik berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Lyria 3 bisa digunakan untuk menghasilkan trek musik orisinal hingga ilustrasi sampul lagu.

"Mungkin sebisa mungkin model yang kita train (latih) berdasarkan prinsip-prinsip AI. Jadi memang mungkin kemiripan, likeness, diusahakan semaksimal mungkin," katanya.

Baca juga: AI Gemini dilengkapi kemampuan menciptakan lagu lewat deskripsi teks

Baca juga: Google Maps dan Travoy siapkan fitur lengkap pendukung mudik Lebaran 2026

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |