Jakarta (ANTARA) - Kementerian Hukum menyampaikan literasi kekayaan intelektual (KI) perlu diperkenalkan sejak dini sebagai bekal menghadapi era ekonomi berbasis pengetahuan.
Dalam audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Rabu (25/2), Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum Hermansyah Siregar menuturkan pendidikan KI merupakan investasi strategis untuk membentuk generasi yang inovatif dan kompetitif.
“Kami ingin memperkenalkan kepada siswa di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK supaya mereka lebih cepat mengenal dan memahami KI sejak dini, sehingga mereka bisa lebih produktif dalam berkarya," ucap Hermansyah, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Kelak, kata dia, para siswa tersebut bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi kreator yang menciptakan lapangan kerja.
Hermansyah juga mengharapkan anak-anak muda dapat mengubah budaya dengan berani berwirausaha dan menghidupi dirinya sendiri maupun masyarakat sekitarnya melalui pemberdayaan kekayaan intelektual.
Oleh sebab itu, dirinya berharap kolaborasi dengan Kemendikdasmen bisa mempercepat integrasi materi tentang kekayaan intelektual ke dalam sistem pendidikan nasional melalui kurikulum maupun pelatihan guru.
Dikatakan bahwa upaya tersebut penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.
"Karena negara maju adalah negara yang memiliki tingkat kesadaran tinggi akan kekayaan intelektual, bahkan mereka sudah memberikan pembelajaran kekayaan intelektual sejak dini,” tutur dia.
Audiensi dengan Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen dilakukan untuk memperkuat ekosistem kekayaan intelektual melalui integrasi pembelajaran KI sejak tingkat dasar hingga menengah.
Pertemuan menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran kekayaan intelektual sebagai fondasi penting dalam membangun generasi kreatif dan inovatif Indonesia.
Tindak lanjut audiensi berupa penyusunan perjanjian kerja sama sebagai payung hukum kolaborasi, integrasi kurikulum kekayaan intelektual, serta pelaksanaan Pelatihan Pelatih (ToT) bagi guru.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemahaman pelajar bahwa karya, inovasi, dan kreativitas memiliki nilai ekonomi serta memerlukan pelindungan hukum.
Sebagai pemantik, DJKI akan menyelenggarakan kegiatan bertajuk DJKI Mengajar: Gen Z Cerdas KI, Indonesia Maju yang dirancang untuk menghadirkan lebih dari 10 ribu siswa SMA/SMK di Jabodetabek dengan menggandeng Kemendikdasmen.
Kegiatan bertujuan menjadikan kekayaan intelektual sebagai pengetahuan dasar pelajar sekaligus membentuk pola pikir bahwa karya dan inovasi memiliki nilai ekonomi dan perlu dilindungi.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi kuliah umum, sesi inspiratif bersama tokoh kreatif, penghargaan bagi generasi muda, serta kompetisi inovasi melalui program Indonesia Intellectual Property Youth Challenge.
Program itu diharapkan mampu mendorong lahirnya karya kreatif berbasis kekayaan intelektual sekaligus memperkuat ekosistem inovasi nasional.
Menanggapi hal tersebut, Sekjen Kemendikdasmen Suharti menyampaikan dukungan terhadap inisiatif itu sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis proyek dan inovasi di sekolah.
Ia menilai sinergi lintas kementerian menjadi kunci dalam menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan pendidikan.
Ke depan, sinergi antara DJKI dan Kemendikdasmen diharapkan membuka ruang lebih luas bagi siswa untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan di sekitarnya.
Dukungan pendidikan yang selaras dengan ekosistem kekayaan intelektual akan membantu lahirnya talenta muda yang adaptif, mandiri, dan siap memimpin kemajuan bangsa melalui berbagai terobosan baru.
Baca juga: Kemenkum Jateng serahkan Hak Cipta Logo Dawet Ayu Banjarnegara
Baca juga: Kemenkum: "Streaming" tanpa izin dan nobar ilegal ancam hak cipta film
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































