Korsel desak aksi global segera atasi program nuklir Korut

4 hours ago 1

Istanbul (ANTARA) - Korea Selatan meminta masyarakat internasional melakukan tindakan cepat untuk mengatasi program nuklir Korea Utara, menggambarkannya sebagai ancaman paling mendesak bagi sistem nonproliferasi global.

Menurut Kantor berita Yonhap pada Selasa, Wakil Menteri Luar Negeri Jeong Yeon-doo menyampaikan pernyataan tersebut selama konferensi tentang Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) di New York, menekankan bahwa Pyongyang tetap menjadi tantangan unik setelah menarik diri dari perjanjian dan melanjutkan pengembangan senjata nuklirnya.

"Korea Utara adalah satu-satunya kasus yang telah mendapat manfaat dari rezim NPT, mengumumkan penarikan diri, dan secara terbuka melanjutkan pengembangan senjata nuklir, sehingga tetap menjadi tantangan paling mendesak bagi rezim nonproliferasi," kata Jeong.

Ia mendesak komunitas internasional untuk menyampaikan pesan yang terpadu bahwa keamanan dan masa depan ekonomi Korea Utara bergantung pada kembalinya negara-negara ke kerangka perjanjian.

Jeong juga meminta Rusia untuk menghentikan kerja sama militer dengan Pyongyang, memperingatkan bahwa hubungan tersebut merusak resolusi Dewan Keamanan PBB dan rezim nonproliferasi yang lebih luas.

NPT, yang berlaku sejak tahun 1970, adalah perjanjian global mendasar yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan mempromosikan energi nuklir untuk tujuan damai, dengan konferensi peninjauan yang diadakan setiap lima tahun untuk menilai kepatuhan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: AS batasi pertukaran intelijen tentang Korut dengan Korsel

Baca juga: Lee dan Xi akan bertemu, bahas denuklirisasi Semenanjung Korea

Baca juga: Korsel kepada Korut: Jangan gunakan senjata nuklir

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |