IHSG berpotensi melemah, pasar "wait and see" sentimen global-domestik

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap sentimen dari tingkat global dan domestik, menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.

"Selama mampu kembali menembus dan kembali bertahan di atas 6.377, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.463-6.500, dengan target berikutnya sekitar 6.723. Sebaliknya, pelemahan di bawah 6.299 berisiko memicu koreksi menuju 6.264, kemudian 6.230, ” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

IHSG dibuka menguat 18,44 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.383,81 pada Selasa pagi. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,88 poin atau 0,30 persen ke posisi 636,01.

Dari mancanegara, Liza mengatakan sentimen pasar cenderung hati-hati menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026 pada Rabu (12/08), yang menjadi indikator penting bagi arah kebijakan bank sentral AS The Fed.

Pasar memperkirakan inflasi tahunan AS melambat menjadi 3,4 persen dari sebelumnya 3,5 persen pada Juni 2026, sementara data tenaga kerja yang lebih lemah sebelumnya telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan fokus kebijakan moneter AS kini tertuju pada data inflasi setelah laporan tenaga kerja Juli 2026, yang menunjukkan penurunan 23.000 pekerjaan dan revisi payroll Mei-Juni 2026 sebesar 103.000.

Kondisi itu mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026, dengan CPI Juli 2026 menjadi indikator utama berikutnya.

Sementara itu, ketegangan AS dengan Iran kembali meningkat setelah Iran menolak pembicaraan langsung dengan AS dan menetapkan sejumlah syarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk pencabutan sanksi dan penghentian blokade laut.

"Ketidakpastian tersebut meningkatkan risiko terhadap kelancaran jalur perdagangan energi global," ujar Liza.

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 turun menjadi 116,8, dari 117,8 pada bulan sebelumnya, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) melemah menjadi 125,7 dari 126,4.

Meski tetap berada pada level optimistis, penurunan tersebut menunjukkan konsumen semakin berhati-hati terhadap prospek pendapatan, lapangan kerja, dan daya beli.

Adapun, porsi pendapatan untuk cicilan meningkat menjadi 10,5 persen dari 10 persen, sedangkan porsi konsumsi naik tipis menjadi 73 persen dari 72,7 persen, yang mengindikasikan ruang belanja masyarakat mulai terbatas.

Dari sisi kebijakan, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada DPR. Destry saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Pada perdagangan Senin (10/8) kemarin, bursa Eropa vairatif, di antaranya indeks FTSE 100 Inggris turun 0,35 persen, indeks DAX Jerman relatif flat di 26.320, indeks CAC 40 menguat 0,1 persen, dan indeks Euro Stoxx naik tipis 0,03 persen.

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street melemah pada Selasa (10/8), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,10 persen ditutup di level 53.975,63, indeks S&P 500 menurun 0,10 persen ke level 7.753,46, indeks Nasdaq Composite melemah 0,30 persen dan ditutup di level 26.605,63

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 2,08 persen ke 66.970, 22, indeks Shanghai melemah 0,11 persen ke 3.962,56, indeks Hang Seng melemah 0,45 persen ke 25.818,00, indeks Kospi menguat 0,76 persen ke 6.347,60, dan indeks Strait Times menguat 0,83 persen ke 5.746,38.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |